Puluhan Tahun Tak Diperhatikan, Husen Apresiasi Helldy Buka Gerbang Situ Rawa Arum

Loading...

 

CILEGON – Setelah puluhan tahun dibiarkan tanpa akses jalan, Pemkot Cilegon akhirnya membebaskan lahan menuju Situ Rawa Arum dari arah jalan nasional Cilegon-Merak.

Menanggapi hal itu, Ketua LSM Gerakan Peduli Pembangunan Rakyat (Gappura) Banten Husein Saidan, selaku pengelola Situ Rawa Arum, mengaku terharu dengan kepedulian Wali Kota Helldy Agustian terhadap pengembangan Situ Rawa Arum.

“Puluhan tahun Rawa Arum tidak diperhatikan. Sekarang Rawa Arum punya pintu gerbang berkat upaya Pak Wali yang bisa membebaskan lahan untuk pintu akses Rawa Arum. Ini bukti bahwa Pak Wali peduli,” kata Husen Saidan, saat sambutan Mancing Bareng dan Gebyar UMKM di Situ Rawa Arum, dalam Rangka Hari Kesaktian Pancasiladan Syukuran atas Ditetapkannya KM 97A sebagai Rest Area, Minggu 1 Oktober 2023.

Husen mengaku sering mengkritik kebijakan Wali Kota Cilegon. Tapi kali ini, dirinya harus mengapresiasi karena Pemkot Cilegon di bawah kepemimpinan Helldy Agustian telah menunjukkan kepeduliannya terhadap pengembangan Situ Rawa Arum.

“Kita harus sportif. Kalau bagus bilang bagus. Jangan yang bagus di jelek-jelekin di media sosial. Hari ini kami sangat terharu dan bahagia bahwa Pak Wali Kota sudah merubah Kota Cilegon. Bukan tidak ada kekurangan, tapi ayo kita bantu. Saya bukan orang politik. Tidak kepentingan buat saya,” tegas Husen.

PCM

Plh Asda II Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra mengatakan, pemerintah akan membangun Rest Area KM 97 Jalan Tol Tangerang-Merak.

Tahun ini akan dilakukan pembebasan, sementara penetapan lokasi sudah dilakukan persis di samping Situ Rawa Arum.

“Kami melihat ada potensi Situ Rawa Arum untuk bisa dikembangkan. Maka tahun ini sudah dibebaskan kurang lebih sepanjang 40 meter dengan luas sekitar 30-40 mater. Tahun depan akan dibuat masterplan oleh Disparpora (Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata),” jelas Aziz.

Sementara, Wali Kota Cilegon Helldy Agustian optimistis Situ Rawa Arum bisa dikembangkan sebagaimana Kampung Laut di Semarang, Jawa Tengah. Selain menjadi penampung sekaligus resapan air, juga menjadi pusat kuliner dan pariwisata.

“Ini sangat strategis karena nanti akan bersebelahan dengan KM 97. Kami baru tandatangani 2,8 hektare rest area. Jadi nanti orang mau pergi ke Sumatera bisa mancing, atau happy-happy (senang-senang) dulu di sini menunggu penyeberangan,” kata Helldy.

Diketahui, Mancing Bareng dan Gebyar UMKM digelar oleh Akur Sekabeh Cilegon (ASC) dan didukung penuh Pemkot Cilegon dan juga sejumlah sponsor. Meski di tengah cuaca panas, ribuan warga tetap antuasias mengikuti mancing bersama Wali Kota dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). (*/Red)

Bank bnten
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien