Ramai Hoax Medsos, Wanita Ini Dikerumuni Warga Cilegon dan Difitnah Penculik Anak

CILEGON – Kasian betul nasib seorang wanita asal Koala Tanjung, Sumatera Utara ini. Dalam kesusahannya mencari sanak saudara di Kota Cilegon, perempuan seorang diri ini malah diisukan sebagai penculik anak dan wajahnya beredar di media sosial Facebook, dengan komentar dan tuduhan sadis dari para pengguna medsos.

Entah ada angin apa, foto wanita bernama Sri Tin Pin (23), yang mengaku sedang kesusahan tersebut malah beredar di media sosial dengan caption ‘Penculik Anak di Cilegon Ketangkap’. Kabar ini menjadi ramai diperbincangkan dan dibagikan oleh pengguna media sosial di Cilegon sejak Rabu (8/3/2017) siang hingga sore ini.

Bahkan diketahui, wanita berusia sekitar 23 tahun ini, Rabu (8/3/2017) sekitar Pukul 12.30 siang tadi ternyata sempat dikerumuni warga di Kampung Baru, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Citangkil. Warga sekitar dengan mudah terprovokasi oleh isu yang meresahkan, sehingga wanita tersebut juga dituduh hendak melakukan penculikan anak.

Beruntung kesalahpahaman warga ini tidak berujung pada tindakan anarkis. Polmas dari Polsek Ciwandan berhasil mengamankan wanita tersebut, dan langsung dibawa ke kantor Polisi Sektor Ciwandan demi menghindari tindakan anarkis warga.

Informasi Hoax yang disebar di Medsos terkait penculikan di Kota Cilegon.

Kepada Polisi, Sri mengaku sedang mencari keluarganya di Kota Baja ini.

Ks nu

Usep Kholili, Humas Polsek Ciwandan yang siang tadi menerima laporan Sri, mengimbau, agar masyarakat tidak termakan isu Hoax yang saat ini banyak beredar.

Isu penculikan yang kini marak sepertinya dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk memperkeruh suasana.

“Harus hati-hati, mesti pintar-pintar saring informasi salah-salah bisa salah tangkap,” ujar Usep Kholili, Rabu (8/3).

Lebih baik jika memperoleh informasi yang berkaitan dengan hukum dan kriminal, Usep menyarankan untuk terlebih dahulu mengkonfirmasi ke pihak kepolisian.

“Koordinasi dulu dengan pihak kepolisian kalau ada informasi yang belum jelas asalnya,” imbuhnya.

Kasus seperti ini menurut pihak kepolisian baru kali pertama terjadi di wilayah hukum Polsek Ciwandan. (*)

Cibeber nu