Setelah Ceceran Tanah, Warga Keluhkan PT Vopak Tak Serap Pekerja Lokal

Gerindra Nizar

CILEGON – Tercemarnya jalan nasional Cilegon-Merak oleh tanah liat dari proyek Tanki Liquide milik PT. Vopak yang dikerjakan oleh PT Japan Gasolin Co (JGC) serta adanya kabar keluhan warga yang berada di sekitar proyek, di Link. Cikuasa, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol yang menganggap tidak adanya kontribusi dan penyerapan tenaga kerja.

Seperti yang diutarakan tokoh masyarakat setempat, Haji Jemi’in belum lama ini ke awak media. Padahal menurutnya Ia sudah beberapa kali menyampaikan hal tersebut kepada pihak PT. JGC, namun belum kunjung mendapat tanggapan.

“Kita hanya kena limbahnya saja, kalau hujan becek panas banyak debu, belum suara bising saat penancapan paku bumi. Ketika kita meminta untuk memberdayakan pemuda Cikuasa untuk tenaga kerja dan menanyakan kompensasi, kita seperti bola, dilempar sana sini,” ungkapnya.

Fraksi serang

Sementara hingga saat ini, pihak PT. Vopak ketika coba dikonfirmasi masih saja bertele-tele dan beralasan menunggu manajer komunikasi atau Humas. Padahal sebelumnya, informasi dari Humas PT. JGC, Sido menyarankan kepada wartawan untuk menghubungi Humas PT. Vopak yang bernama Ajeng Juanita, namun ketika ditelepon, Ajeng mengaku hanya sebagai admin saja di perusahaan kimia tersebut.

“Saya hanya admin saja jadi tidak berwenang menjawab itu, nanti saya tanya sama comunications manager Vopak dulu ya mas. Kalau sekarang sedang tidak ada,” kilahnya.

Fraksi

Sedangkan dokumen perizinan Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) pada proyek untuk penambahan tanki liquid tersebut patut dipertanyakan dasarnya, karena penancapan paku bumi sangat berdekatan dengan bibir pantai dan badan jalan nasional.

Bahkan kemungkinan belum dikantongi oleh pihak PT. Vopak selaku owner proyek, dengan dugaan kurang kooperatif dan terkesan tidak transparansnya sikap mereka terhadap wartawan yang hendak menanyakan hal tersebut.

Hal tersebut disikapi oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon, Erick Rebi’in yang akan menyikapinya dengan melakukan Inpeksi Mendadak (Sidak) dalam waktu dekat ini ke lokasi proyek.

“Kami Komisi II akan coba melakukan Sidak ke proyek itu, untuk mensinkronkan dengan adanya keluhan masyarakat sekitar. Akan kita tanyakan ada tidaknya tenaga kerja dari warga sekitar, bagaimana SOP, Safety K3,” tegasnya, kepada faktabanten.co.id, Senin (4/3/2019).

Erick yang juga akan maju kembali mencalonkan lagi sebagai anggota DPRD dari Dapil III (Grogol-Pulomerak) ini, akan berkoordinasi dengan Komisi I untuk menanyakan perizinan proyek tersebut.

“Kalau perizinan itu ranahnya Komisi I, kami dari Komisi II akan Sidak saja ke dalam proyek itu,” tandasnya. (*/Ilung)

Gerindra kuswandi