Iklan Banner

Tanggapi ada Biaya Tambahan, Ketum PB Al-Khairiyah Tegaskan Sekolah Negeri Sudah Dibiayai Negara

 

CILEGON – Ketua Umum Pengurus Besar Al-Khairiyah, H. Ali Mujahidin, menegaskan bahwa sekolah negeri, baik di Kota Cilegon maupun wilayah Banten pada umumnya, sudah sepenuhnya dibiayai oleh negara melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Oleh karena itu, ia menilai tidak semestinya masih ada pungutan dari orang tua siswa, baik dengan dalih infak pembangunan maupun biaya seragam.

“Sekolah negeri itu sudah dibiayai oleh pemerintah, oleh negara. APBN saja 20 persen diperuntukkan untuk pendidikan,” ujar H. Ali Mujahidin, yang akrab disapa H. Mumu di Cilegon, Selasa (6/5/2025).

Agil HUT Gerindra

Ia menegaskan, segala kebutuhan dasar operasional sekolah negeri, mulai dari perbaikan fasilitas seperti listrik, bangunan, hingga perlengkapan kelas, seharusnya sudah ditanggung oleh pemerintah.

“Kalau lampu sekolah mati, pintu rusak, itu seharusnya sudah ditanggung negara. Jadi sekolah tidak lagi membebani masyarakat dengan pungutan-pungutan seperti infak atau seragam,” tandasnya.

Hal itu ditanggapi menyusul masih adanya sejumlah sekolah negeri yang diduga masih meminta bayaran tambahan sehingga membebankan wali murid.

Seperti halnya, berdasarkan laporan keluhan warga kepada Fakta Banten salah satunya bahwa pihak sekolah SMPN 1 Anyer, Kabupaten Serang meminta bayaran modus infak bangunan setiap tahun pada murid.(*/Nandi)

Rifki HUT Gerindra
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien