Wisata Anyer

Terbelit Tunggakan RS Puluhan Juta, Keluarga Korban Penusukan di Cilegon Menanti Uluran Tangan Pemerintah

Dindik HUT Tangerang Kab

CILEGON – Keluarga Jahidi, warga Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, berharap bantuan pemerintah untuk melunasi sisa tunggakan biaya pengobatan setelah dirinya menjalani operasi akibat dugaan penusukan di bagian kepala.

Istri Jahidi, Lena, mengatakan, biaya pengobatan suaminya di Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Cilegon masih menyisakan tunggakan puluhan juta rupiah. Menurut dia, dari total biaya pengobatan sekitar Rp150 juta, baru sebagian yang dibayarkan.

“Pengobatan itu Rp150 juta, sisanya belum. Sudah ada yang masuk sekitar Rp80 juta, sedangkan sisanya sekitar 70 Juta belum dibayar. Pihak rumah sakit memberikan waktu satu minggu untuk pelunasan,” kata Lena saat ditemui di rumahnya, Senin (12/10/2026).

Staf Ahli Bupati HUT Tangerang Kab

Ia berharap pemerintah dapat membantu menyelesaikan tunggakan tersebut, mengingat kondisi ekonomi keluarganya yang terbatas.

Lena juga meminta bantuan agar kepesertaan jaminan kesehatan suaminya dapat diaktifkan dan bisa digunakan sehingga bisa digunakan untuk menunjang pengobatan.

“Harapannya bisa dibantu pembayaran rumah sakit karena kondisi kami kurang mampu dan masih ada tunggakan yang belum dibayar,” ujarnya.

Lena mengatakan, saat ini Jahidi sudah diperbolehkan pulang dan menjalani pemulihan di rumah.

Namun, kondisinya disebut belum sepenuhnya stabil. Sebelumnya, Jahidi belum diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit sebelum ada pembayaran sebagian biaya pengobatan.

Disdukcapil HUT Tangerang Kab

Ia menceritakan, sebelum kejadian, suaminya pulang bekerja dari PT Yip Yuliana Inti Persada (YIP) pada waktu magrib, Jum’at (29/9/2026).

Setelah itu, Jahidi meminta izin untuk membantu pekerjaan bos sebelumnya di sebuah bengkel milik seseorang di kawasan Merak, karena mekanik bengkel tersebut sedang pulang.

Menurut keterangan yang diterima Lena dari rekan suaminya, Jahidi menyelesaikan pekerjaan sekitar tengah malam dan kemudian tertidur di kursi bengkel karena kelelahan setelah bekerja sejak pagi.

Lena mendapat kabar dari seorang sopir pada waktu subuh bahwa suaminya mengalami kecelakaan.

Namun, saat itu ia tidak mendapat penjelasan mengenai kejadian yang sebenarnya. Jahidi ditemukan dalam kondisi tidak sadar, tetapi belum diketahui secara pasti bagaimana peristiwa tersebut terjadi.

Terkait biaya pengobatan, Lena mengatakan pendaftaran perawatan menggunakan biaya umum dilakukan oleh pihak bengkel.

Ia menyebut pemilik bengkel sebelumnya menyampaikan kesediaan menanggung biaya dengan skema pembagian fikti-fikti.

Namun, menurut Lena, hingga kini pihak tersebut baru memberikan bantuan sebesar Rp20 juta.

Keluarga berharap pemerintah dan pihak terkait dapat membantu penyelesaian biaya pengobatan serta memberikan kepastian atas penanganan kasus yang menimpa Jahidi.***

Bina Marga HUT Tangerang Kab
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien