Top! Emping Gempol Wetan Cilegon Borong Juara 1 dan 3 di Ajang Jawara UMKM Banten 2026
CILEGON – Produk emping asal Lingkungan Gempol Wetan, Kelurahan Pabean, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, sukses membuktikan kualitasnya dalam ajang Jawara UMKM Provinsi Banten 2026.
Pada ajang yang digelar di Alun-alun Kota Cilegon, Jumat (30/10/2026), emping Gempol Wetan berhasil memborong juara pertama sekaligus juara ketiga.
Capaian membanggakan tersebut mendapat apresiasi tinggi dari pengurus lingkungan setempat.
Ketua RT 04 RW 02 Lingkungan Gempol Wetan, Faturrohman, menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaannya kepada para pelaku usaha, khususnya kaum ibu yang konsisten mengembangkan produksi emping sebagai penopang ekonomi keluarga.
Faturrohman menegaskan bahwa prestasi ini bukan sekadar kemenangan dalam ajang perlombaan semata.
Lebih dari itu, pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa produk UMKM tingkat lingkungan memiliki daya saing tinggi untuk tampil di panggung yang lebih luas.
“Kami atas nama pengurus lingkungan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pelaku usaha emping Gempol Wetan. Prestasi ini membuktikan bahwa kualitas emping kami memang tidak diragukan lagi,” ujar Faturrohman.
Ia menambahkan, produksi emping rumahan selama ini menjadi pilar pemberdayaan ekonomi masyarakat di Lingkungan Gempol Wetan.
Di tengah tantangan ekonomi, usaha ini membuka ruang bagi kaum perempuan untuk berkontribusi langsung terhadap pendapatan rumah tangga.
Oleh karena itu, Faturrohman berharap kemenangan di ajang Jawara UMKM Banten dapat memotivasi para pelaku usaha untuk terus menjaga standar kualitas serta memperluas jangkauan pemasaran.
Menurutnya, keberhasilan UMKM tidak berhenti pada piala atau penghargaan yang diraih. Keberlanjutan usaha, peningkatan skala produksi, hingga terbukanya akses pasar yang lebih luas menjadi kunci agar manfaat ekonominya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Prestasi ini sekaligus membuktikan bahwa potensi ekonomi lokal yang kuat mampu lahir dari tingkat pemukiman warga.
Dengan dukungan lingkungan dan pendampingan yang tepat, produk rumahan berpeluang besar tumbuh menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah. ***

