Terkait Kritikan Ketua Fraksi PKS DPRD Cilegon, Nawawi Sahim: Jangan Buka Aib Sendiri

Loading...

 

CILEGON – Kritikan Ketua Fraksi PKS DPRD Cilegon Abdul Ghoffar bahwa program inovasi yang dilakukan Pemkot Cilegon kebablasan terus menuai tanggapan dari sejumlah pihak.

Selain dari tokoh masyarakat H. Nawawi Sahim, dua tokoh pemuda Kota Cilegon yakni Ketua KNPI Kota Cilegon Idho Meilano dan Ketua Karang Taruna Kota Cilegon Ahmad Mahdi juga ikut angkat bicara.

Dari sisi kebijakan publik, baik Nawawi, Idho, maupun Mahdi sepakat menolak kritikan program inovasi yang dilakukan Pemkot Cilegon sudah kebablasan.

Apalagi anggapan bahwa akibat banyaknya program inovasi membuat Pemkot Cilegon kehilangan fokus pada program janji politik Wali Kota Cilegon Helldy Agustian dan Wakil Wali Kota Cilegon Sanuji Pentamarta.

Sankyu rsud mtq

Yang pertama, menurut Nawawi, semua program inovasi itu jelas maslahatnya bagi masyarakat Cilegon.

Misalnya pembangunan palang pintu perlintasan kereta api. Itu penting buat keselamatan warga. Inovasi lainnya yakni pembangunan pabrik sampah terbukti sangat membantu masyarakat dalam mengatasi persoalan sampah. Belum lagi pengoperasiannya yang melibatkan tenaga kerja lokal.

“Jadi selain mengurangi pengangguran, inovasi tanpa APBD ini justru bisa menghasilkan PAD,” papar Nawawi.

Yang kedua, perihal program janji politik Helldy-Sanuji dikatakan Nawawi sudah berjalan dan dampak positifnya juga sudah dirasakan masyarakat.

“Bahwa dalam pelaksanaannya belum maksimal, kita harus maklumi bersama. Tidak bisa ujug-ujug simsalabim semua tuntas. Karena bagaimana pun ada banyak kendala seperti anggaran, kendala politik, bahkan kendala alam,” tegasnya.

Nawawi lantas memberi contoh nilai investasi yang terus naik dan berakibat pada turunnya jumlah pengangguran di Kota Cilegon.

“Apalagi di bidang pendidikan. Sarana infrastruktur ada peningkatan. Tunjangan buat guru dan kepala sekolah dinaikkan,” ujarnya.

Hal senada diutarakan Mahdi. Menurutnya, banyak program janji politik yang sudah dijalankan.

Salah satunya terobosan program bea siswa untuk mahasiswa asal Kota Cilegon.

“Masyarakat yang tadinya tidak terbayang bisa kuliah karena tidak punya biaya, sekarang bisa mewujudkan cita-citanya menjadi sarjana. Program seperti ini harus dilanjutkan periode berikutnya,” usulnya.

Program penyerapan 25.000 tenaga kerja diakui Mahdi juga sudah berjalan. Hasil program pelatihan kecakapan hidup yang digelar pemkot menurutnya bisa diandalkan masyarakat sebagai bekal profesi. Untuk program pinjaman modal, Mahdi sepakat bentuknya pinjaman.

“Karena jika diberi langsung kemudian leha-leha, bisa mubazir uang rakyat. Sementara kalau pinjaman tentu ada rasa tanggung jawab untuk mengembalikan. Menjadikan banyak pedagang Cilegon sukses ini juga mengurangi pengangguran, loh,” tegas Mahdi.

PCM

Begitu pula program pemagangan industri yang dinilai Mahdi sedikit banyak berdampak pada penyerapan tenaga kerja Cilegon.

“Dari magang ini kan ada sertifikatnya dan itu bisa menjadi bekal untuk melamar kerja, termasuk di luar Cilegon,” katanya.

Secara terpisah, Idho Meilano menuturkan bahwa program inovasi yang dilakukan Pemkot Cilegon itu didasarkan pada kepedulian terhadap masyarakat.

Idho lantas menyebut program pengadaan sarana air bagi warga Cilegon yang tinggal di pegunungan.

“Puluhan tahun itu warga Cipala dan Watu Lawang menunggu solusi masalah kesulitan air. Manfaatnya seperti sekarang ini saat musim kemarau, warga tidak lagi menderita karena bisa mengakses air bersih,” ujarnya.

Begitu juga pembangunan palang pintu KA yang dilakukan atas dasar kepedulian pada keselamatan masyarakat. Sementara untuk inovasi pabrik pengolahan sampah, Idho menilainya sebagai wujud baru penguasa Kota Cilegon yang kini peduli lingkungan.

Pabrik sampah pula yang dinilai Idho telah mengangkat citra positif Kota Cilegon dalam kesadaran lingkungan ke tingkat nasional.

“Singkatnya, program inovasi Pemkot Cilegon ini sama sekali tidak kebablasan. Justru ini muncul dari pemikiran yang out of the box dan sudah terbukti manfaatnya bagi masyarakat Cilegon,” paparnya.

Pada bagian lain, ketiganya juga menyoroti kritikan yang justru dicetuskan politisi PKS yang nota bene adalah salah satu parpol di dalam lingkaran pemerintahan sekarang ini.

Meski terkesan rancu, Idho menilai bahwa saling serang antar politisi dan antar parpol menjelang Pilkada Serentak 2024 ini sebagai hal yang wajar.

Terutama saling serang dalam hal kebijakan, dan bukan dalam kaitan personal.

Sebaliknya Mahdi menilai bahwa kejadian ini sebagai preseden buruk bagi dunia perpolitikan Kota Cilegon.

“Jangan bikin opini yang kurang baik. Apalagi opini yang bisa membuat masyarakat bingung, bahwa pemkot tidak bekerja. Saya lebih suka kita membangun Cilegon dengan diskusi di atas meja. Jangan dikit-dikit bicara ke media. Malu rasanya sebagai warga Cilegon hanya bisa ribut dan rebut aja. Bisa momok yang buruk dimana masyarakat akan sulit percaya pada pemerintahan. Siapa pun penguasanya,” usulnya.

Tanggapan lebih tegas disampaikan Nawawi Sahim. Menurutnya semua pihak sah-sah saja untuk mengomentari kinerja Pemkot Cilegon.

Namun jika kritik itu disampaikan sendiri oleh politisi PKS langsung ke khalayak, Nawawi merasa itu sebagai sesuatu yang kurang tepat.

“Dan yang harus diingat, janji politik yang sekarang harus dijalankan itu adalah janji berdua Helldy-Sanuji. Jadi jika misalnya ada kekurangan, jangan seolah dibebankan hanya ke Wali Kota. Wakilnya juga, dan (karena sesama dari PKS) tanyakan saja langsung,” ujarnya.

Aje asal madal ilate. Lidahnya jangan asal ngomong. Harusnya bahu membahu, dan tidak membuka aib sendiri,” pungkasnya. (*/Red)

 

Bank bnten
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien