Usai Diwawancarai Pansel, Pejabat Cilegon Ngaku Ditanya Seputar Tupoksi Harian dan Tak Ada Persiapan Khusus
CILEGON – Proses rotasi dan mutasi pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kota Cilegon memasuki tahapan wawancara yang digelar oleh panitia seleksi (Pansel), Senin (15/9/2025).
Salah satu pejabat yang menjalani wawancara adalah Kepala Badan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Cilegon, Ahmad Jubaedi.
Dalam kesempatan itu, Ahmad Jubaedi menjelaskan bahwa pertanyaan yang diajukan penguji umumnya seputar pemahaman tugas pokok dan fungsi (tupoksi) serta kompetensi dasar yang dibutuhkan untuk jabatan pimpinan tinggi (JPT) Pratama.
“Kompetensi sosiokultural, menejerial, pemahaman kita terkait visi misi yang tertuang di dokumen RPJMD, yang sesuai dengan standar kompetensi untuk JPT Pratama,” ujarnya usai wawancara, Senin (15/9/2025).
Menurutnya, setiap penguji menyampaikan tiga hingga lima pertanyaan dengan variasi seputar tata kelola organisasi perangkat daerah (OPD) hingga arah pelaksanaan visi dan misi pembangunan Kota Cilegon.

“Setiap penguji ada 3 sampai 5 pertanyaan, ada pertanyaan soal pemahaman tusi (tugas dan fungsi-red) juga,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa arah besar pembangunan daerah yang tertuang dalam RPJMD menjadi pedoman bagi setiap OPD, termasuk Damkar, dalam menjabarkan program kerja sesuai lingkup kewenangan masing-masing.
“OPD kan akan melaksanakan visi misi besar seperti apa di RPJMD, kemudian apa yang menjadi ruang lingkup kita yang harus dijabarkan oleh organisasi perangkat daerah,” tambahnya.
Saat disinggung terkait persiapan sebelum mengikuti wawancara, Ahmad Jubaedi mengaku tidak melakukan persiapan khusus.
Ia menilai bahwa materi yang ditanyakan sudah menjadi bagian dari rutinitas dan dokumen kerja harian yang selama ini dijalankan.
“Sebenarnya udah tusi keseharian yah, memimpin mengorganisir, jadi intinya apa yang menjadi tugas keseharian kita, kita punya dokumen renstra dokumen kerja itu jadi guiden kita, tidak jauhlah,” tuturnya. (*/ARAS)
