Wakil Walikota Cilegon Kutuk Tindakan Premanisme: Apalagi Ganggu Investasi!
CILEGON – Wakil Walikota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, mengutuk keras segala bentuk aksi premanisme di wilayahnya.
Apalagi tindakan yang memalukan tersebut mengganggu stabilitas dan kenyamanan iklim investasi yang ada.
Pernyataan itu Fajar sampaikan usai menghadiri diskusi publik Gema Al-Khairiyah di Aula Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cilegon, Selasa (8/7/2025) kemarin.
“Kami sangat mengutuk segala bentuk premanisme. Saya secara pribadi memohon agar tidak ada lagi pihak-pihak yang mengganggu proses investasi, baik di Cilegon maupun daerah lain di Indonesia,” tegasnya.
Fajar juga menggarisbawahi bahwa pemerintah pusat telah mengeluarkan instruksi tegas agar investasi tidak dihambat oleh aksi-aksi intimidatif ataupun praktik ilegal lainnya.
“Instruksi dari pusat sudah sangat jelas jangan ada lagi ya yang mengganggu bisnis dan investasi, di Cilegon maupun di Indonesia,” ujarnya.
Lebih lanjut, Fajar mengapresiasi langkah cepat dan serius aparat penegak hukum (APH) yang langsung turun tangan menyikapi persoalan tersebut.
Ia berharap, tindakan represif yang terukur bisa berdampak pada berkurangnya praktik premanisme secara bertahap.
“Kita dukung langkah konkret dari APH yang responsif dalam menindaklanjuti hal ini. Harapannya, hari demi hari premanisme bisa ditekan semaksimal mungkin,” tuturnya.
Dari sisi eksekutif, Fajar menekankan pentingnya langkah edukatif sebagai upaya pencegahan jangka panjang.
Ia menyebut Walikota Cilegon kerap memberi arahan agar sinergi dengan masyarakat terus diperkuat.
“Dari sisi kami, langkah edukasi menjadi hal penting. Kang Wali juga sering menekankan ini dalam setiap rapat kerja. Ini bukan semata-mata soal penindakan, tapi juga kesadaran bersama,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kesbangpol untuk menghimpun berbagai elemen masyarakat, termasuk LSM dan ormas, dalam rangka dialog bersama membangun kesadaran kolektif.
“Bertahap dimulai kami kumpulkan semuanya LSM, ormas, tokoh masyarakat, untuk duduk bareng dan berdiskusi. Edukasi harus dimulai dari ruang-ruang seperti ini,” pungkasnya.(*/Nandi).
