Warga Jombang Cilegon Was-was Banjir, Tandon Sukmajaya II Harus Dilanjutkan

Loading...

CILEGON – Warga Link Seneja, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, mendorong Pemkot Cilegon, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) agar segera melanjutkan pembangunan Tandon Sukmajaya II, untuk mencegah terjadinya banjir di saat musim penghujan.

“Tandon ini dibangun tahun 2017 lalu oleh PU, tapi masih banjir soalnya kurang besar kolamnya, makanya masih banjir. Jadi karena tandon penuh air dari solokan, air balik lagi ke rumah warga sampai ke Kampung Sawah, makanya perlu dipercepat tandon 2 nya,” ujar Suhedi kepada faktabanten.co.id Sabtu (29/6/2019).

Suhedi juga menjelaskan untuk Tandon Sukmajaya II ini, DPUTR Kota Cilegon sudah membebaskan lahan yang lebih luas dari Tandon Sukmajaya I.

“Tanah mah sudah dibeli dari warga, saya diminta ikut nunjukin batasnya. Dari sini (Tandon I) terus kesana sampai tembok pagar rumah itu, kesananya batas tanah KAI, yang kedua ini lebih luas. Katanya tahun (2018) lalu dibangunnya tapi kenapa belum juga dilakukan,” ungkapnya.

PCM

Pihaknya berharap pembangunan konstruksi Tandon Sukmajaya II segera dilaksanakan sebagaimana yang telah direncanakan oleh Pemkot Cilegon dalam program menanggulangi banjir.

“Gak tahu kenapa, saya selaku warga was-was aja keburu musim hujan dulu, bisa banjir lagi kalau tahun ini gak dibangun tandonnya,” harapnya.

Diketahui, pada tahun 2018 terdapat 4 paket proyek DPUTR Cilegon yang mengalami gagal lelang, salah satunya adalah paket Tandon Sukmajaya II senilai 1,6 miliar.

Hingga Sabtu (29/6/2019) sore ini, Plt Kadis DPUTR Kota Cilegon, Ridwan, belum bisa dikonfirmasi terkait desakan warga tersebut. (*/Ilung)

Bank bnten
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien