Warga Keluhkan Lamanya Penutupan Jalan Cilegon-Mancak

Gerindra Nizar

CILEGON – Ditutupnya jalan akses penghubung Cilegon- Mancak karena proyek pemapasan ruas jalan untuk mengurangi terjalnya tanjakan pada titik Kampung Lengkong, Desa Bale Kambang, Kecamatan Mancak, dikeluhkan oleh masyarakat sekitar yang merasa terganggu.

Seperti yang dikeluhkan salah satu warga, Sam’ani, yang mengeluhkan lambannya proses pengerukan. Sehingga Ia dan keluarganya yang kerap melewati jalan provinsi tersebut merasa sangat terganggu.

“Udah ada sebulan mah ditutup. Lamanya karena tanah cadasnya diayak di tempat, harusnya kan dipinggirkan. Jelas terganggu saudara saya sering bolak-balik jalan itu, kalau muter jauh, mana jalannya jelek lagi,” ungkapnya, kepada faktabanten.co.id. Senin (25/3/2019).

Fraksi serang

Dari pantauan langsung, pemapasan tanjakan sedang dilakukan dengan alat berat eskavator, sementara material tanah ditumpuk pada lahan yang sepertinya milik pribadi yang tidak jauh dari lokasi proyek. Selain itu, tidak tampak adanya papan informasi proyek di sekitar lokasi.

Keluhan juga diungkapkan oleh siswi sekolah, Murni saat ditemui di lokasi, Ia mengaku kecewa karena harus jauh memutar jalan untuk pulang pergi dari sekolah ke rumah.

Fraksi

“Iya kecewa, jauh muternya pak. Rumah saya di Mancak, sekolah di Cilegon, pengennya sih cepet selesai biar bisa lewat sini lagi,” ungkapnya.

Saat coba dikonfirmasi, beberapa orang yang berada di lokasi proyek enggan berkomentar, namun mereka mengatakan proyek tersebut bukan Dinas Pekerjaan Umum yang mengerjakan.

“Ini mah proyek swadaya, beko saja tidak dibayar. PU mah nanti kalau pemapasan udah beres. Ini permintaan warga karena jalannya terlalu nanjak dan sering kecelakaan, pak Kades yang mengajukan sejak 3 bulan lalu,” terangnya.

Saat disinggung soal lambannya pekerjaan dan dikeluhkan masyarakat karena mengganggu kepentingan umum, Ia beralasan salah satu eskavatornya sedang diperbaiki karena mengalami kerusakan.

“Ya kita upayakan secepatnya, akan saya sampaikan sama Pak kades dan bos yang punya beko,” tandasnya. (*/Ilung)

Gerindra kuswandi