Warga Priuk Tagih Janji Cilegon Center Mall untuk Bangun Tanggul Kali Etan

Gerindra Nizar

CILEGON – Meski sudah beroperasi hampir satu tahun lamanya, pihak manajemen Cilegon Center Mall (CCM) yang dikelola PT YESTAR dinilai belum memenuhi janjinya terhadap warga Link. Priuk, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, yang sangat berdempetan dengan pusat perbelanjaan tersebut.

Seperti yang diungkapkan oleh salah satu warga, yang minta namanya dirahasiakan. Menurutnya, sejak pelaksanaan proyek gedung CCM, warga dijanjikan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) atau Tanggul di Kali Etan yang berada di Link Priuk.

“Pada saat proyek CCM berjalan, janjinya akan membangun TPT Kali Etan setelah proyek selesai, tapi sudah hampir setahun belum juga dilakukan,” ungkapnya.

Fraksi serang

Lebih lanjut, ia menjelaskan dimana saat itu warga menuntut ke pihak CCM agar melakukan normalisasi Kali Etan sekaligus membangun TPT karena khawatir terjadi banjir ke pemukiman warga.

“Kita sampaikan hal itu, karena takut air ngelerap (meluap-Red) masuk ke rumah warga. Kita mengingatkan saja, mungkin mereka lupa,” jelasnya.

Selain berharap pihak CCM segera merealisasikan janjinya tersebut, menurutnya warga juga ingin pembangunan apartemen Super Blok di belakang CCM yang kabarnya akan segera berjalan, agar mengakomodir warga setempat dalam rekrutmen tenaga kerja.

“Kalau tenaga kerja sih gak, janji bangun TPT itu aja harus segera dipenuhi. Tapi akan ada pembangunan apartemen di belakang CCM yang mau dimulai itu, warga Priuk harus dilibatkan bisa kerja dalam pelasanaan proyek pembangunan dan ketika sudah jadi agar kita tidak jadi penonton,” tandasnya.

Sementara itu, Projek Manager CCM, Deni, saat dikonfirmasi melalui pesan WhattsApp-nya mengklarifikasi kalau pihaknya tidak menjanjikan pembangunan TPT tersebut kepada warga, melainkan program normalisasi Kali Etan bersama Pemerintah Kota Cilegon pada saat dimulainya pembangunan Superblok.

Fraksi

“YESTAR memang ada rencana normalisasi Sungai, yang berarti merapihkan dan mendalami anak saluran sungai bila kawasan Superblok dibangun. Dan hal itu juga menjadi program Dinas PU Cilegon untuk hal itu. Bukan membangun Tembok Penahan Tanah seperti yang disampaikan warga,” terangnya.

Bahkan Deni balik menanyakan saksi dan bukti tertulis kalau pihaknya pernah menjanjikan pembangunan TPT tersebut kepada warga.

“TPT itu siapa saksi atau ada tertulis dengan kami ya pak? Kalau normalisasi memang ada program PU dan YESTAR jika kawasan Superblok dibangun,” ujarnya.

Selain itu, Deni juga menyindir keberadaan dan peran dari kelompok yang selama ini mengatas namakan warga sekitar untuk mendapatkan pekerjaan di PT YESTAR.

“Bahkan mereka yang mengatasnamakan tim 6 sendiri sampai ribut dan bertengkar sendiri karena masing-masing personilnya atau anggota pada cari kesempatan sendiri-sendiri. Dan kadang hal-hal inilah yang sering disampaikan jika mereka sudah tidak ada aktifitasnya,” ungkapnya.

“Nanti begitu kita berikan, mereka juga jalannya sendirian dengan mengatasnamakan warga,” tandasnya. (*/Ilung)

[socialpoll id=”2521136″]

Gerindra kuswandi