Wujudkan Visi Walikota, Dindikbud dan Dewan Pendidikan Cilegon Matangkan Program Sekolah Swasta Gratis
CILEGON – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon bersama Dewan Pendidikan setempat terus mengebut persiapan program sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP swasta.
Program ini merupakan salah satu agenda prioritas dari Walikota dan Wakil Walikota Cilegon.
Kepala Dindikbud Kota Cilegon, Heni Anita Susila, menjelaskan bahwa pihaknya bergerak cepat menindaklanjuti arahan langsung dari Walikota demi merealisasikan program tersebut.
Saat ini, fokus utama instansinya adalah menyusun regulasi, melakukan pendataan calon penerima manfaat, hingga mengkaji kebutuhan anggaran.
“Kami merespons cepat rencana Pak Walikota dan Pak Wakil Walikota terkait sekolah gratis ini. Saat ini kami sedang menyusun regulasinya dan mendata anak-anak yang nantinya akan diberikan bantuan di sekolah-sekolah swasta,” ujar Heni usai menggelar rapat koordinasi bersama Dewan Pendidikan Kota Cilegon, Rabu (15/7/2026).
Heni mengakui bahwa formulasi program ini masih dalam tahap penyempurnaan.
Oleh karena itu, Dindikbud tetap membuka ruang bagi berbagai pihak untuk memberikan masukan agar implementasinya berjalan optimal.
Kebutuhan total anggaran secara keseluruhan pun baru akan ditetapkan setelah seluruh proses kajian selesai dilakukan.
Di tempat yang sama, Ketua Dewan Pendidikan Kota Cilegon, Saeful Bahri, menilai kebijakan memperluas program sekolah gratis ke sektor swasta sudah sangat tepat.
Langkah ini sejalan dengan amanat konstitusi mengenai pemenuhan hak pendidikan dasar bagi setiap warga negara.
Menurut Saeful, keterbatasan kuota di sekolah negeri selama ini menjadi salah satu pemicu adanya anak yang putus sekolah.
Pemberdayaan sekolah swasta melalui subsidi pemerintah dinilai menjadi solusi konkret atas persoalan tersebut.
“Banyak anak tidak bersekolah karena tidak diterima di sekolah negeri akibat kuotanya yang terbatas. Itulah mengapa Wali Kota menggagas program untuk memberdayakan sekolah swasta,” kata Saeful.
Dewan Pendidikan Kota Cilegon saat ini diserahi tugas untuk menyusun kajian strategis sebagai landasan pelaksanaan program yang ditargetkan mulai berjalan pada tahun ajaran 2027.
Pembahasan anggaran program ini diperkirakan akan bergulir sepanjang Juli hingga Agustus untuk diusulkan ke dalam APBD Murni.
Berdasarkan simulasi awal, pemerintah berencana memberikan subsidi sebesar Rp200 ribu per siswa.
Dari hasil perhitungan sementara, Dewan Pendidikan merumuskan dua skenario pembiayaan:
Skenario Total: Jika program ini membiayai seluruh siswa SD dan SMP swasta yang ada saat ini, anggaran yang dibutuhkan diestimasikan mencapai Rp15 miliar.
Skenario Bertahap: Jika program hanya menyasar peserta didik baru (PDB) pada tahun ajaran 2027, kebutuhan anggaran awal diperkirakan berkisar di angka Rp5 miliar.***


