Wisata Anyer

Antisipasi Kemarau, Camat Patia Petakan 5 Desa Rawan Krisis Air Bersih

PANDEGLANG – Pemerintah Kecamatan Patia mulai memetakan wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan menjelang puncak musim kemarau, yang diprediksi berlangsung dari Juli hingga September.

Setidaknya, ada lima desa di Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, yang kini masuk dalam zona rawan krisis air bersih.

Camat Patia, Endan Permana, menyebutkan kelima wilayah tersebut meliputi Desa Idaman, Desa Ciawi, Desa Surianeun, Desa Pasir Gadung, dan Desa Turus.

“Untuk di wilayah Patia sendiri, ada sekitar lima desa yang paling berpotensi mengalami kekeringan,” ujar Endan, Rabu (15/7/2026).

Untuk mengantisipasi dampak kekeringan yang meluas, pihak kecamatan aktif memonitor situasi di tingkat desa.

Endan mengimbau para kepala desa untuk segera melapor jika warganya mulai kesulitan mendapatkan air bersih agar bantuan bisa langsung disalurkan.

Pihak kecamatan juga telah membangun sinergi yang kuat dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang untuk menyuplai bantuan air bersih darurat.

“Jika ada warga yang terdampak kekeringan, segera berkoordinasi dengan pihak kecamatan. Pengalaman saya yang pernah bertugas di BPBD mempermudah komunikasi antar-lembaga, seperti yang baru-baru ini sukses kami lakukan dalam mendukung penyediaan air bersih saat pembukaan program TMMD,” jelas Endan.

Selain penanganan darurat, Pemerintah Kecamatan Patia bersama BPBD Kabupaten Pandeglang dan Provinsi Banten tengah menyiapkan solusi jangka panjang melalui program pengeboran sarana air bersih. Saat ini, proses pendataan titik lokasi pengeboran sudah mulai berjalan.

Mengenai penyediaan lahan untuk fasilitas tersebut, Endan menyerahkan sepenuhnya mekanisme hibah tanah kepada kebijakan kepala desa setempat.

“Kami serahkan sepenuhnya kepada kepala desa yang memiliki wilayah untuk urusan lahan. Pihak desa yang akan mencari titik lokasi yang aman agar tidak memicu sengketa di kemudian hari,” tambahnya.

Selain mengancam ketersediaan air konsumsi harian, musim kemarau juga membayangi sektor pertanian di Patia.

Menghadapi potensi gagal panen (puso), pihak kecamatan telah menyiapkan langkah mitigasi khusus.

Pemerintah kecamatan akan memetakan areal persawahan kritis dan berkoordinasi dengan dinas teknis terkait untuk bantuan sarana pengairan darurat.

“Kita akan lihat titik-titik persawahan mana yang paling membutuhkan bantuan irigasi atau pompa. Kami langsung koordinasikan dengan Dinas Pertanian maupun Dinas PUPR. Artinya, antisipasi ke arah sana sudah kami siapkan,” tegas Endan.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan aktif berkomunikasi dengan aparat kecamatan maupun desa jika situasi di lapangan mulai memburuk.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Idaman, Ilman, mengonfirmasi bahwa pasokan air bersih di desanya saat ini masih relatif aman untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga.

“Saat ini air bersih untuk kebutuhan harian masih tercukupi. Namun, jika nanti ada laporan warga yang mulai kesulitan, saya akan segera berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan BPBD Pandeglang agar bantuan air bersih bisa langsung dikirimkan ke lokasi,” pungkas Ilman.***

PWI Ucapan Sekda
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien