Masihkah Seba Baduy Istimewa di Mata Kepala Daerah?

Dprd ied

SERANG – Istilah Bapak dan Ibu Gede dalam tradisi Seba Baduy adalah penyebutan bagi kepala daerah, baik untuk Gubernur maupun Bupati.

Dalam Seba Baduy, biasanya masyarakat Adat Baduy akan berkunjung kepada 4 kepala daerah di Banten, yakni meliputi Gubernur Banten, Bupati Lebak, Bupati Pandeglang, dan Bupati Serang.

Jejak Seba Baduy 2021 yang usai ditunaikan oleh masyarakat Adat Baduy ini masih meninggalkan catatan serius untuk ditelaah. Pasalnya, dari keempat kepala daerah yang dikunjungi oleh delegasi warga Baduy itu hanya Kabupaten Lebak yang bisa menemui mereka.

Seperti yang dikatakan Tokoh Baduy, Jaro Tanggungan 12 Saidi Putra mengatakan, perayaan Seba Baduy yang bertujuan untuk menjalin silaturahmi antara masyarakat adat Baduy dengan pemerintah berjalan kurang pas lantaran tidak dihadiri langsung oleh Gubernur Banten, Wahidin Halim.

Bahkan, Saidi mengaku heran dengan tidak hadirnya sosok Bapak Gede itu dalam perayaan Seba Baduy tahun 2021. Padahal, kata dia, pihaknya sudah memberikan kabar satu bulan sebelum perayaan Seba Baduy dilaksanakan.

“Tapi kami heran, untuk silaturahmi setahun sekali tidak bisa menyambut. Bikin waktu satu sampai dua jam. Itulah yang buat kami sedikit kecewa. Jadi ada sedikit kurang pas yang namanya silaturahmi, yang dituju A, yang datang B,” ujar Saidi saat ditemui awak media di Pendopo Lama Gubernur Banten, Sabtu (22/5/2021) malam.

Bahkan disampaikan Saidi, jika sikap Gubernur Banten yang tidak menyambut langsung dalam perayaan Seba Baduy itu seperti tidak menganggap masyarakat Adat Baduy sebagai bagian dari warga negara Indonesia di bawah naungan Pemerintah Provinsi Banten.

“Kami sama-sama warga negara, kekayaan negara, harta negara, sama. Walaupun kami orang Baduy seperti ini penampilannya tetap kami pengen diaku sebagai warga negara, bagaimanapun bentuknya, bagaimanapun keinginannya,” katanya.

Berdasarkan pantauan Fakta Banten, delegasi masyarakat Adat Baduy saat berkunjung ke Pendopo Lama Gubernur Banten, Wahidin Halim diwakilkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Tabrani. Namun pada kesempatan itu turut dihadiri oleh Ketua DPRD Banten, Andra Soni.

dprd tangsel

Faktanya, tak hanya Wahidin yang tak menjumpai delegasi masyarakat Baduy, tetapi juga Bupati Pandeglang, Irna Narulita dan Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah pun tidak menghadiri prosesi Seba Baduy 2021 tersebut. Dimana Irna diwakilkan oleh Sekda Pandeglang, Pery Hasanudin, sementara Tatu diwakilkan Asda I Bidang Administrasi Pemerintah Setda Kabupaten Serang, Nanang Supriatna.

Pemerhati Adat Baduy, Uday Suhada menyebut, ke-24 delegasi masyarakat Adat Baduy pada Seba 2021 sudah tentu merasa kecewa karena tidak diterima langsung oleh Bapak dan Ibu Gede.

“Mereka datang cuma sekali setahun, masa iya gak bisa sisihkan waktu satu jam saja untuk menyambut mereka dalam ritual yang sakral itu,” sebut Uday

“Apalagi misi yang dibawa adalah “ngasuh ratu ngajayak menak“. Menguatkan ikatan silaturahmi. Mengapa diharapkan kepala atau setidaknya wakil kepala daerah? Karena mereka itu adalah para pengambil kebijakan,” sambungnya.

Bagi Uday, kehadiran kepala atau wakil kepala daerah sangat penting dalam tradisi Seba Baduy. Karena mereka itu merupakan bagian terpenting dari Pemerintah, sebagai para pengambil kebijakan.

“Sebagai pencinta masyarakat Adat Baduy, tentu saja saya turut kecewa. Di satu sisi sering dibangga-banggakan sebagai kekayaan Banten, tapi sekedar menemui mereka satu jam dalam setahun saja tidak,” tegasnya.

“Praktis, hanya Bupati dan Wabup Lebak sebagai (Ibu Gede/Bapak Gede) yang menerima langsung kedatangan mereka. Sementara di Pendopo Pandeglang, Kabupaten Serang dan Provinsi Banten diwakilkan,” imbuhnya.

Untungnya kata Uday, untuk meminimalisir rasa kecewa dalam Seba yang tak dijumpai oleh 3 kepala daerah, delegasi masyarakat Adat Baduy usai melaksanakan Seba disambut hangat Kapolda Banten, Irjen Pol Rudy Heriyanto di Rumah Dinasnya, Kota Serang, Minggu (23/5/2021).

“Pelipur kekecewaan mereka, karena kepala daerah yang menemui mereka hanya di Lebak. Pandeglang, Serang dan Provinsi tidak ada yang menemui, melainkan diwakilkan. Makanya mereka senang sekali saat Kapolda mengundang silaturahmi,” ujarnya. (*/Faqih)

Golkat ied