Wisata Anyer

BI Dorong Generasi Muda Banten Melek Keuangan melalui LIKE IT 2026

SERANG – Bank Indonesia terus memperkuat literasi keuangan masyarakat, khususnya generasi muda, melalui penyelenggaraan Relay Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) 2026 di Provinsi Banten.

Kegiatan yang dihadiri ratusan mahasiswa tersebut menjadi ruang edukasi sekaligus kolaborasi untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai kebijakan, produk, dan instrumen keuangan.

Edukasi ini juga diarahkan untuk mendorong perilaku pengelolaan keuangan dan investasi yang sehat, bijak, serta bertanggung jawab.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Sofwan Kurnia, mengatakan penguatan literasi keuangan generasi muda menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem keuangan yang sehat dan berkelanjutan.

“Generasi muda tidak cukup hanya memiliki akses terhadap produk keuangan, tetapi juga perlu memiliki pemahaman yang baik agar mampu mengambil keputusan keuangan secara cerdas, bijak, dan bertanggung jawab,” ujar Sofwan, Kamis (3/9/2026).

Menurutnya, peningkatan literasi keuangan menjadi semakin penting seiring dengan semakin luasnya akses masyarakat terhadap berbagai produk dan layanan keuangan, termasuk instrumen investasi.

Penguatan literasi keuangan tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam melanjutkan reformasi sektor keuangan melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Dalam kerangka tersebut, Bank Indonesia terus mendorong transformasi dan pendalaman pasar keuangan melalui pengembangan Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing (PUVA) yang dibangun melalui Blueprint Pengembangan Pasar Uang (BPPU) 2025 dan dilanjutkan melalui Blueprint Pendalaman Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing 2030.

Pengembangan PUVA diarahkan untuk mewujudkan pasar keuangan yang modern, maju, dalam, dan efisien guna mendukung efektivitas transmisi kebijakan moneter, stabilitas sistem keuangan, serta pembiayaan perekonomian nasional.

Namun, penguatan pasar keuangan tersebut perlu diiringi dengan peningkatan literasi dan kecakapan masyarakat dalam memahami berbagai produk keuangan.

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang dilaksanakan OJK, LPS, dan BPS, indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia tercatat sebesar 69,57 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 93,61 persen.

Data tersebut menunjukkan adanya kesenjangan sekitar 24 poin persentase antara tingkat literasi dan inklusi keuangan. Artinya, meningkatnya akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan perlu diimbangi dengan pemahaman dan kecakapan yang memadai.

Kondisi tersebut juga menjadi perhatian terhadap kelompok generasi muda. Berdasarkan kelompok pekerjaan sehari-hari dalam SNLIK 2026, indeks literasi keuangan pelajar dan mahasiswa tercatat sebesar 62,72 persen, masih berada di bawah indeks literasi keuangan nasional sebesar 69,57 persen.

Kesenjangan tersebut menunjukkan masih terbuka ruang yang luas untuk meningkatkan literasi keuangan generasi muda, terlebih di tengah pesatnya transformasi digital serta semakin beragamnya produk keuangan dan investasi.

Sementara itu, Kepala Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Pelindungan Konsumen, Keuangan Daerah dan Layanan Manajemen Strategis, Dendy Kurniadi, mengatakan LIKE IT merupakan program literasi keuangan yang melibatkan sejumlah lembaga dalam memperkuat edukasi kepada generasi muda.

“Program LIKE IT ini adalah program literasi keuangan yang diinisiasi oleh Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan OJK, yang merupakan program pendidikan dan literasi khususnya bagi generasi muda,” ujar Dendy.

Menurut Dendy, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan edukasi, tetapi dapat menjadi gerakan bersama untuk meningkatkan kesadaran generasi muda dalam mengelola keuangan.

Ia berharap mahasiswa di Banten dapat semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak, termasuk dalam menentukan pilihan investasi.

“Kami berharap apa yang kita selenggarakan pada hari ini dapat menjadi satu gerakan moral bagi generasi muda, khususnya di Provinsi Banten, sehingga mereka bisa menjadi lebih melek keuangan, bijak dalam mengelola keuangan, dan berpikir panjang dalam melakukan investasi,” katanya.

Dendy menambahkan, peningkatan literasi keuangan generasi muda pada akhirnya diharapkan memberikan dampak positif terhadap perkembangan perekonomian Banten.

Melalui LIKE IT 2026, Bank Indonesia bersama Kementerian Keuangan, OJK, dan LPS terus memperkuat sinergi edukasi dan literasi keuangan untuk memperluas basis masyarakat yang mampu memahami sekaligus memanfaatkan produk dan instrumen keuangan secara sehat dan bertanggung jawab.

Upaya tersebut diharapkan dapat turut mendukung stabilitas sistem keuangan, memperluas basis investor domestik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif, kuat, dan berkelanjutan.***

PWI Ucapan Sekda
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien