Dilobi Sekda, Massa Aksi Ojol Tolak Kirim Perwakilan Temui Gubernur Banten Andra Soni

SERANG–Sekda Deden Apriandhi melobi perwakilan massa aksi Ojol agar bertemu dengan Gubernur Banten Andra Soni. Namun tawaran tersebut ditolak.
Penolakan itu disampaikan Deden usai menemui massa aksi di depan Kantor Gubernur Banten, Rabu (1/7/2026).
Dari atas mobil komando massa aksi, Deden menyampaikan bahwa Andra bersedia menerima aspirasi para pengemudi ojol, namun meminta agar pertemuan dilakukan bersama sejumlah perwakilan agar pembahasan lebih efektif.
“Pada prinsipnya bapak gubernur siap menerima akang teteh untuk bisa menyampaikan beberapa hal yang bisa kita diskusikan bersama untuk membahas apa yang menjadi kegundahan hati kita semua,” kata dia.
“Saya mohon kesediaan bapak dan ibu sekalian untuk mengutus perwakilan bertemu dengan pak gubernur supaya komunikasi bisa lebih enak dan bisa memberi solusi atas apa yang kita hadapi saat ini,” ujar Deden di hadapan para massa aksi.
Merespon itu, massa secara kompak meneriakkan penolakan dan tetap meminta Gubernur Banten keluar menemui mereka di lokasi aksi.
Koordinator aksi Kang Soleh, menegaskan pihaknya tidak bersedia mengirimkan perwakilan ke dalam kantor gubernur.
Menurutnya, pertemuan harus dilakukan secara terbuka agar seluruh peserta aksi dapat menyaksikan langsung jalannya dialog terbuka.
“Alasan kami meminta Gubernur datang menemui kami di luar, agar tidak adanya penyusup dan semua dapat mengetahui dengan jelas apa yang disampaikan,” tegasnya.
Adapun aksi yang diikuti pengemudi ojek online roda dua dan roda empat dari berbagai daerah di Banten itu digelar untuk menyampaikan sejumlah tuntutan sekaligus menagih janji kepada Pemprov Banten.
Di antaranya implementasi Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026, penyediaan parkir gratis bagi driver online, jaminan ketersediaan BBM bersubsidi, pengendalian harga kebutuhan pokok, serta perlindungan hukum terhadap pengemudi dari kebijakan aplikator.***

