Ekspedisi Budaya HPN 2026 di Banten, SMSI Kunjungi Keraton Surosowan hingga Pantai Anyer

SERANG — Rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Provinsi Banten diwarnai kegiatan Ekspedisi Budaya yang digelar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).
Pada Jum’at, 06 Februari 2026, rombongan SMSI mengunjungi kawasan wisata Pantai Anyer dan Carita setelah sebelumnya melakukan kunjungan sejarah ke Keraton Surosowan di Banten Lama dan Museum Multatuli di Kabupaten Lebak.
Ekspedisi tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan HPN 2026 yang tidak hanya berfokus pada agenda seremonial, tetapi juga penguatan nilai sejarah, literasi, dan promosi potensi daerah.
Di kawasan Banten Lama, peserta ekspedisi meninjau situs Keraton Surosowan yang menjadi simbol kejayaan Kesultanan Banten.
Kunjungan dilanjutkan ke Museum Multatuli di Lebak yang dikenal sebagai pusat edukasi sejarah dan literasi kritis.

Setelah menyusuri jejak sejarah, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pantai Anyer dan Carita.
Hamparan pasir putih, debur ombak Selat Sunda, serta panorama alam yang terbuka menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.
Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus, menyatakan bahwa Ekspedisi Budaya Banten dirancang sebagai bagian dari penguatan perspektif kebangsaan dalam rangkaian HPN 2026.
“HPN 2026 di Banten tidak hanya seremoni. Kita ingin insan pers memahami sejarah, budaya, sekaligus potensi alam daerah. Dari Keraton Surosowan, Museum Multatuli, hingga Pantai Anyer dan Carita, semuanya menjadi ruang refleksi,” ujar Firdaus.
Menurutnya, kunjungan ke destinasi wisata Anyer dan Carita juga menjadi momentum memperkenalkan potensi pariwisata Banten kepada jaringan media siber nasional.
“Keindahan alam Anyer dan Carita adalah kekuatan Banten. Media memiliki peran strategis untuk mempromosikan potensi daerah secara profesional dan berimbang,” tambahnya.
Rangkaian Ekspedisi Budaya tersebut mempertegas bahwa HPN 2026 di Banten tidak hanya meninggalkan legacy pembangunan fisik seperti Monumen dan Museum Media Siber Indonesia, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya sejarah, budaya, dan kekayaan alam dalam perjalanan pers nasional.***

