Wisata Anyer

Kapolda Banten Groundbreaking Jembatan Merah Putih Presisi di Jawilan, Tingkatkan Akses Warga Kampung Sadea

 

SERANG – Kapolda Banten Hengki Haryadi bersama Kapolres Serang Andri Kurniawan dan Wakil Bupati Serang Najib Hamas melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di Kampung Sadea, Desa Pasir Buyut, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Rabu (15/4/2026).

Kegiatan ground breaking tersebut menjadi tanda dimulainya pembangunan jembatan baru yang diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat serta meningkatkan konektivitas antarwilayah pedesaan.

Acara turut dihadiri Wakapolda Banten beserta pejabat utama Polda Banten dan Polres Serang, unsur Muspika Kecamatan Jawilan, para tokoh agama, pengurus MUI tingkat provinsi hingga kecamatan, organisasi desa, Karang Taruna, serta warga setempat.

Dalam sambutannya, Kapolda Banten menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi bukan hanya proyek fisik semata, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, keberadaan jembatan akan membuka akses yang lebih aman bagi warga, khususnya pelajar yang setiap hari melintasi jalur tersebut untuk menuju sekolah.

“Pembangunan ini merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan generasi muda agar mereka dapat mengakses pendidikan dengan lebih mudah dan aman,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut mengawasi proses pembangunan serta menjaga fasilitas yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Kapolda menegaskan, pembangunan ini mencerminkan implementasi konsep Polri Presisi yang mengedepankan sikap prediktif, responsibilitas, serta transparansi berkeadilan.

Kehadiran Polri, kata dia, tidak hanya dalam bidang penegakan hukum, tetapi juga sebagai solusi atas persoalan sosial masyarakat.

Sementara itu, Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan menjelaskan bahwa pembangunan jembatan merupakan bentuk dukungan Polri terhadap percepatan pembangunan infrastruktur nasional.

Ia mengungkapkan, jembatan lama di Kampung Sadea telah digunakan sejak masa kolonial Belanda dengan konstruksi sederhana berbahan bambu dan kayu.

Kondisi tersebut semakin memprihatinkan setelah jembatan sempat hanyut akibat banjir Sungai Cibereum, sehingga memutus akses warga menuju Kampung Cidahu dan Kampung Pasir Buyut.

“Putusnya jembatan sangat berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat serta perjalanan anak-anak menuju sekolah,” jelasnya.

Jembatan Merah Putih Presisi nantinya akan dibangun menggunakan konstruksi gantung berbahan baja dengan panjang 26 meter dan lebar 1,2 meter.

Pembangunan dilakukan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan anggaran sebesar Rp260 juta. Proses pengerjaan ditargetkan selesai dalam waktu 70 hari, terhitung mulai 15 April hingga 23 Juni 2026.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan peletakan batu pertama oleh Kapolda Banten, Kapolres Serang, dan Wakil Bupati Serang, serta penyaluran bantuan paket sembako kepada masyarakat Kampung Sadea sebagai bentuk kepedulian sosial kepada warga. ***

DPRD Banten MA
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien