Kisah Ibu Lia, Jemaah Haji Asal Kota Serang: Suka Cita Tarwiyah yang Berlimpah Berkah dan Harapan Baru dari Pemerintah
MAKKAH – Pelaksanaan ibadah Tarwiyah pada musim haji tahun ini membawa cerita bahagia sekaligus harapan baru bagi para jemaah Indonesia.
Salah satunya diungkapkan oleh Ibu Lia, jemaah haji asal Kota Serang, yang mengutarakan rasa syukur mendalam atas kelancaran dan melimpahnya fasilitas selama menjalani prosesi sunah rasul tersebut di Mina.
Ibu Lia menceritakan bagaimana kondisinya dan ribuan jemaah lain yang memilih jalur Tarwiyah justru mendapatkan pelayanan yang luar biasa, mematahkan kekhawatiran yang sempat membayangi sebelum keberangkatan.
Menurut penuturan Ibu Lia, pelaksanaan Tarwiyah tahun ini berjalan dengan sangat lancar dan dimudahkan.
Ia mengaku tak henti-hentinya bersyukur karena pasokan logistik untuk para jemaah sangat melimpah.
“Alhamdulillah, yang ikut Tarwiyah juga jumlahnya ribuan. Makanan di sana melimpah, segala ada dan tak henti-henti dipasok. Kiriman bermacam-macam, mulai dari makanan berat, buah-buahan, hingga minuman seperti jus, susu, dan air mineral. Puas, Alhamdulillah,” ungkap Ibu Lia dengan rona bahagia.
Bagi Ibu Lia dan banyak jemaah lainnya, momen Tarwiyah tahun ini terasa sangat spesial.
Pasalnya, ada perubahan sikap yang signifikan dari pihak otoritas Indonesia terkait ibadah ini.
Ibu Lia mengenang bagaimana di tahun-tahun sebelumnya, jalur Tarwiyah sering kali kurang mendapat dukungan resmi, bahkan terkesan dipersulit.
“Alhamdulillah, baru kali ini pemerintah secara tidak langsung mengakui kegiatan Tarwiyah,” ujarnya.
Ia mengingat kembali masa-masa ketika regulasi terasa ketat dan jemaah kerap diliputi rasa cemas karena kurangnya rekomendasi resmi, seperti kejadian pada musim haji tahun 2023 lalu di mana para pembimbing ibadah harus pasang badan demi jemaah mereka.
Namun, suasana tahun ini berbalik 180 derajat. Kehadiran Wakil Menteri Agama yang menyempatkan diri berkunjung langsung ke tenda-tenda jemaah Tarwiyah menjadi angin segar dan dianggap sebagai bentuk pengakuan yang nyata.
Melihat kelancaran dan perhatian yang mulai diberikan, Ibu Lia berharap langkah ini menjadi awal yang baik agar ke depannya ibadah Tarwiyah bisa diakomodasi secara resmi dan difasilitasi penuh sejak awal oleh pemerintah untuk seluruh calon jemaah haji.
“Alhamdulillah, luar biasa! Pemerintah yang diwakili oleh Wamen mau berkunjung ke kegiatan Tarwiyah. Mudah-mudahan ini merupakan indikasi tahun depan pemerintah bisa memfasilitasinya secara penuh. Semoga di tahun yang akan datang kegiatan Tarwiyah akan menjadi pertimbangan untuk dilaksanakan oleh setiap calon jemaah haji, aamiin,” harapnya menutup perbincangan.
Dengan segala kemudahan yang dirasakan di awal puncak haji ini, Ibu Lia bersama ribuan jemaah lainnya kini bersiap melanjutkan rangkaian ibadah berikutnya di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) dengan optimisme dan hati yang lapang. (*/Red/MCH-2026)


