Karang Taruna Banten Adakan Konsolidasi, Bahas Ekosistem Bisnis

SERANG – Karang Taruna Provinsi Banten Bidang IV yakni Industri, Kewirausahaan, dan Perdagangan menggelar konsolidasi jelang Rakerda, di salah satu Cafe yang ada di Kota Serang, Jumat (15/20/2021) kemarin.

Wakil Ketua IV Karang Taruna Banten Bidang Industri, Pariwisata dan Perdagangan, Dadan Suryana mengatakan, konsolidasi ini dalam rangka memetakan potensi sumber daya manusia (SDM) anggota Karang Taruna Banten yang bergerak di bidang industri, kewirausahaan dan perdagangan, baik level UMKM maupun skala besar.

“Juga memetakan peluang usaha potensial yang memungkinkan bisa ditangkap dan dikelola oleh anggota Karang Taruna,” ujar Dadan kepada Fakta Banten.

Pria yang akrab disapa DS ini menuturkan, Karang Taruna Banten, melalui Bidang IV berusaha menjadi akselerator dari sisi akses penunjang bagi kelancaran usaha para anggota Karang Taruna yang selama ini berprofesi sebagai pelaku usaha.

“Baik dari akses permodalan dengan perbankan, regulasi pemerintah, dukungan pemerintah, peningkatan kapasitas skill bisnis, suply bahan baku, akses pasar, pola distribusi logistic dan lain-lain,” tuturnya.

Selanjutnya kata dia, konsolidasi ini juga sebagai ruang untuk membukakan jaringan bisnis baik antar sesama anggota Karang Taruna Banten dengan mitra-mitra yang relevan dengan kegiatan usahanya.

“Melalui badan yang kami miliki di Karang Taruna Banten, yaitu Direktorat Pusat Inkubator Bisnis dan Direktorat Taruna Wira Usaha (Tawira), kami sedang berproses menciptakan ekosistem usaha yang dapat saling melengkapi dan saling menguntungkan antar anggota Karang Taruna,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Pusat Inkubator Bisnis Karang Taruna Banten Ari Muhammad menambahkan, bahwa konsolidasi tersebut dalam rangka mengakumulasi ide-ide dsn gagasan untuk dirangkum sebagai bahan program kerja.

“Yang akan kami tetapkan pada Rapat Kerja Daerah Karang Taruna yang akan kami gelar InsyaAllah bulan depan, sesuai dengan arahan Ketua Karang Taruna Provinsi Banten Bung, Andika Hazrumy,” pungkasnya. (*/Faqih)