Marak Kasus Pelecehan dan Bullying, KAMMI Banten Serukan Ini

SERANG – Meningkatnya kasus pelecehan seksual dan perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan menimbulkan kekhawatiran berbagai pihak.
Ketua KAMMI Banten, Fadli, menyampaikan keprihatinannya sekaligus mengusulkan solusi sederhana namun bermakna: membiasakan makan malam bersama keluarga.
Menurut Fadli, kasus-kasus seperti pelecehan seksual dan bullying yang terus bermunculan harus menjadi perhatian serius, karena menyangkut keselamatan dan masa depan generasi muda.
“Kasus pelecehan seksual dan bullying yang sudah banyak memakan korban perlu kita perhatikan dan cari solusinya bersama, ini mengkhawatirkan masa depan Bangsa kita,” ungkapnya, Rabu (23/7/2025).
Ia menyoroti bahwa salah satu akar persoalan adalah minimnya komunikasi antara anak dan orang tua. Banyak anak yang menjadi korban memilih untuk diam karena takut atau merasa tidak nyaman bercerita.

“Banyak dari korban tidak mau bercerita dan dipendam sendiri masalahnya. Saya pernah membaca penelitian bahwa langkah yang perlu kita lakukan supaya anak terbuka komunikasinya adalah dengan seringnya kita makan malam bersama. Di situ kita perlu menanyakan satu per satu kondisi keluarga kita serta refleksi dan penanaman nilai-nilai kehidupan,” tutur Fadli.
Baginya, makan malam menjadi waktu yang efektif karena merupakan momen berkumpul seluruh anggota keluarga setelah seharian beraktivitas.
“Momen pertemuan makan malam adalah waktu yang pas dari aktivitas seharian. Suami dengan mencari nafkahnya, istri dengan kegiatan kesehariannya, serta anak-anak selesai bersekolah dan mengaji di madrasah. Akhirnya, pertemuan malam saat makan malam adalah refleksi dari agenda keseharian serta masalah dan jalan keluar dari tiap anggota keluarga,” jelasnya.
Fadli menambahkan, jika anak tumbuh dalam tekanan atau lingkungan yang tidak nyaman, maka potensi terbaiknya tidak akan muncul. Ia mengutip pandangan dari buku Pribadi Hebat karya Buya Hamka untuk memperkuat argumennya.
“Saya sering mengulang-ulang membaca Buku Buya Hamka yang berjudul Pribadi Hebat, di mana jika anak atau seseorang selalu dalam tekanan dan tumbuh dalam keadaan tidak nyaman, maka potensi terbaiknya tidak akan keluar. Pribadi tidak berkembang karena tekanan. Yang saya khawatirkan dari kasus pelecehan dan bullying adalah anak tumbuh dalam tekanan dan frustasi. Akhirnya mereka tumbuh tidak dalam fitrah terbaiknya, dan lebih mengkhawatirkan lagi adalah bunuh diri,” ucapnya.
Untuk itu, Fadli mengajak masyarakat agar mulai membangun kebiasaan baik di dalam keluarga dan serius memperhatikan tumbuh kembang anak-anak.
“Dari sinilah akhirnya momen pertemuan makan malam adalah forum diskusi keluarga. Jika anak tidak tumbuh dalam kenyamanan maka perlu dicarikan lingkungan yang cocok dengan potensi terbaiknya, begitu pun dengan curhatan-curhatan istri saat lelah dengan perjuangannya. Jangan lupa bahwa segala hal apapun kita berdoa agar ada jalan keluar dari Allah, diberikan petunjuk, serta ikhtiar meminta nasihat kepada orang yang berilmu baik kiyai atau alim ulama serta tokoh masyarakat atau orang yang berilmu di antara masyarakat,” pungkasnya. (*/Fachrul)

