Maraknya Media Sosial Populer, Ketua PWI Pusat Sebut Tantangan Baru Bagi Jurnalis 

 

CILEGON – Perkembangan maraknya media sosial populer menjadi tantangan baru bagi dunia jurnalistik, demikian diungkapkan oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat pada saat memberikan materi di kegiatan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Jurnalis, di Hotel Acacia, Anyer, Kabupaten Serang, Senin (4/12/2023).

Ketua PWI Pusat, Hendry Ch Bangun dalam pandangannya, menyatakan bahwa media sosial populer seperti Facebook, Instagram, Twitter, Tiktok dan lainnya telah menjadi platform utama bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi.

Namun, bersamaan dengan itu, muncul pula berbagai tantangan baru yang dihadapi oleh jurnalis dalam menjaga integritas dan kredibilitas informasi.

“Belanja iklan media di Indonesia terus semakin melorot karena para pemasang iklan beralih ke media sosial dan platform global. Ditambah lagi dengan semakin populernya media sosial sebagai sumber informasi, maka “jatah” media massa (televisi, suratkabar, media siber, begitu pula radio), semakin tergerus,” kata Hendry Ch Bangun, Senin (4/12/2023).

Bahkan, Presiden Joko Widodo pada Hari Pers Nasional 9 Februari 2023 di Medan kemarin menyebutkan, 60% iklan disedot oleh platform global, sehingga media massa konvensional kehilangan banyak pendapatan.

Advertorial

Advertorial

“Ini merupakan gejala global yang membuat banyak media ditutup dan banyak pekerja pers di rumahkan,” pungkasnya.

Tak berhenti disitu, Hendry juga menegaskan bahwa walaupun saat ini sumber pendapatan atau income media massa menurun, tidak membuatnya hilang dari muka bumi.

“Media massa tidak akan pernah mati. Hanya saja ukuran ataupun sizenya akan berubah (menurun) sesuai jaman,” ujar Hendry.

Selain itu, Ketua PWI Pusat juga menyoroti pentingnya kreativitas jurnalistik di era digital ini.

Wartawan diharapkan untuk terus mengembangkan skill atau kemampuannya sehingga bisa menjadi value yang dihargai oleh orang lain.

“Pelatihan dan pembekalan kepada para wartawan saat ini merupakan hal yang baik, yang dimana agar wartawan mampu beradaptasi dengan perkembangan media sosial dan zaman saat ini. Kualitas penulisan dan konten yang dibuat, sangat menentukan kelangsungan hidup para jurnalis,” tutupnya. (*/Hery)