Naik KRL Jadi Ruang Kuliah, Mahasiswa Teknik Sipil UNBAJA Dalami Rekayasa Jalan Rel
SERANG — Universitas Banten Jaya (UNBAJA) kembali menyelenggarakan kunjungan lapangan bagi mahasiswa sebagai pengguna (user) KRL Commuter Line, Kamis, (8/1/2026)
Kegiatan akademik rutin tahunan ini merupakan bagian dari mata kuliah Rekayasa Jalan Rel dan diikuti sekitar 30 mahasiswa Program Studi Teknik Sipil dengan rute perjalanan Serang–Jakarta.
Kunjungan lapangan tersebut dipandu langsung oleh dosen pengampu mata kuliah, Ir. Telly Rosdiyani, ST., MT.
Kegiatan dirancang sebagai pembelajaran kontekstual agar mahasiswa tidak hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga mengamati langsung penerapan sistem transportasi rel perkotaan di lapangan.
Sebelum keberangkatan, mahasiswa telah dibekali tugas observasi yang mengaitkan materi perkuliahan dengan kondisi nyata selama perjalanan.
Selama menggunakan KRL Commuter Line, mahasiswa melakukan pengamatan terhadap sistem operasi kereta, fasilitas stasiun, kinerja pelayanan, serta perilaku pengguna jasa transportasi massal berbasis rel.
Observasi dilakukan sejak keberangkatan dari Stasiun Serang hingga tiba di Jakarta, sehingga mahasiswa memperoleh gambaran menyeluruh mengenai operasional KRL Commuter Line sebagai salah satu tulang punggung transportasi perkotaan.
Dosen pengampu mata kuliah Rekayasa Jalan Rel, Ir. Telly Rosdiyani, ST., MT., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran.
“Mahasiswa tidak hanya diajak naik kereta, tetapi belajar membaca sistem. Mereka mengamati bagaimana teori perkeretaapian, operasi, dan pelayanan yang dipelajari di kelas benar-benar diterapkan di lapangan. Ini penting untuk membangun cara berpikir rekayasa sejak dini,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Teknik Sipil UNBAJA, Ir. Nila Prasetyo Artiwi, ST., MT., menyampaikan bahwa kunjungan lapangan ini merupakan strategi pembelajaran yang terus dikembangkan oleh program studi.
“Kami mendorong mahasiswa Teknik Sipil untuk memahami infrastruktur tidak hanya dari sisi perencanaan, tetapi juga dari sudut pandang pengguna dan operasional. Kegiatan sebagai user KRL ini sangat relevan dengan kompetensi lulusan di bidang transportasi, khususnya transportasi rel,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut mencerminkan komitmen Program Studi Teknik Sipil UNBAJA dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan sistem transportasi nasional.
Antusiasme mahasiswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung.
Mereka aktif mencatat hasil pengamatan, mendokumentasikan kondisi lapangan, serta berdiskusi langsung dengan dosen terkait temuan yang diperoleh.

Salah satu peserta, Ahmad Fahrurozi Arraehat, mengaku kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda.
“Dengan ikut langsung sebagai pengguna KRL, kami jadi lebih paham bagaimana sistem operasi dan pelayanan berjalan. Banyak hal yang sebelumnya hanya kami pahami secara teori, kini bisa kami lihat dan rasakan langsung,” ungkapnya.
Menurut Ahmad, kegiatan tersebut membantu mahasiswa memahami tantangan nyata dalam pengelolaan transportasi massal, khususnya dari sudut pandang pengguna.
Kunjungan lapangan sebagai user KRL Commuter Line ini menjadi wujud penerapan experiential learning di UNBAJA.
Melalui kegiatan rutin tahunan ini, mahasiswa dilatih untuk berpikir kritis, analitis, dan responsif terhadap permasalahan transportasi perkotaan.
Dengan mengintegrasikan teori dan praktik secara langsung, UNBAJA berharap lulusan Teknik Sipil tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pemahaman nyata terhadap sistem infrastruktur yang melayani kebutuhan masyarakat luas. ***

