Pantau Operasi SAR Selat Sunda, Gubernur Banten Pastikan Pendampingan Medis dan Psikologis Keluarga Korban
PANDEGLANG — Pemerintah Provinsi Banten memastikan penanganan komprehensif terus diberikan kepada keluarga korban insiden hilang kontak 5 jurnalis dan 3 Anak Buah Kapal (ABK) di perairan Selat Sunda.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Banten saat menghadiri konferensi pers di Posko SAR Gabungan, Minggu (13/9/2026).
Kehadiran Gubernur pada hari ke-6 operasi penyelematan ini bertujuan untuk meninjau secara langsung progres pencarian sekaligus memastikan kesiapan layanan bagi keluarga korban.
Gubernur Banten menegaskan bahwa selain mendukung penuh operasi SAR, Pemprov Banten melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) telah menginstruksikan jajaran medis untuk siaga penuh di posko utama.
“Dinas Kesehatan telah menerjunkan tim untuk memberikan bantuan medis serta pendampingan psikologis (trauma healing) bagi keluarga korban yang saat ini sedang menunggu kepastian informasi,” ujar Gubernur Banten dalam konferensi pers.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, memaparkan dinamika dan hasil operasi SAR pada hari keenam.
Briefing operasional perairan Selat Sunda telah dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan membagi tim pencari ke beberapa sektor strategis.
“Untuk kondisi cuaca di lokasi pencarian terpantau cerah berawan hingga berkabut. Sementara itu, aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Status Siaga (Level III) dan tidak menunjukkan adanya erupsi,” jelas Al Amrad.
Ia menambahkan, dari penyisiran di Sektor 1 yang berlangsung kurang lebih selama 9 jam, tim gabungan berhasil menemukan satu buah life jacket (pelampung).
Beberapa temuan barang lainnya di perairan langsung diserahkan kepada pihak berwajib.
Keterlibatan unsur TNI AL, di mana KAL Anyer dan KRI Gilimanuk turut menemukan sejumlah barang bukti tambahan berupa terpal dan life jacket di area pencarian.
Operasi SAR gabungan yang melibatkan Basarnas, TNI AL, Polairud, serta instansi terkait dipastikan akan terus berlanjut dengan memaksimalkan seluruh sumber daya udara dan laut sesuai dengan kondisi dinamika di lapangan.***


