Perkindo Banten Gelar Sport Fun Game, Ahmad Muhibbin Dorong Konsolidasi 400 Lebih Badan Usaha Konsultan

SERANG — Persatuan Konsultan Indonesia (Perkindo) Provinsi Banten menggelar Sport Fun Game yang diikuti ratusan peserta dari kalangan anggota dan badan usaha konsultan di wilayah Banten.
Kegiatan tersebut memperlombakan sejumlah cabang olahraga, mulai dari badminton, catur, mancing hingga futsal.
Selain menjadi ajang olahraga dan hiburan, kegiatan ini juga menjadi momentum konsolidasi serta mempererat solidaritas antaranggota Perkindo.
Sport Fun Game Perkindo Banten sekaligus digelar bertepatan dengan usia organisasi yang memasuki 20 tahun.
Ketua Perkindo Banten Ahmad Muhibbin mengatakan, kegiatan tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk mencari pemenang dalam pertandingan olahraga.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang bagi anggota Perkindo untuk saling bertukar pikiran, pengalaman dan keilmuan.
“Tujuan dilaksanakannya turnamen ini dalam rangka untuk mengkonsolidasi seluruh anggota Perkindo. Melalui pertukaran pengalaman dan keilmuan,” kata Ahmad Muhibbin, Minggu (4/10/2026).
Ia menyebut, Perkindo Banten saat ini memiliki lebih dari 400 badan usaha konsultan yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Banten.
Jumlah tersebut, kata Muhibbin, menjadikan Perkindo sebagai salah satu asosiasi badan usaha konsultan dengan jumlah anggota terbesar di Banten.
“Kami berharap kapasitas antar-badan usaha konsultan dapat terus meningkat sehingga bisa lebih profesional dalam memenuhi ekspektasi pengguna jasa, baik di sektor pemerintah maupun swasta,” ujarnya.
Muhibbin juga mendorong agar pemerintah kabupaten/kota maupun pelaku industri di Banten memberikan perhatian lebih terhadap keberadaan perusahaan konsultan lokal.
Ia menilai, semakin banyak perusahaan lokal yang mendapatkan kesempatan untuk berkembang, maka semakin besar pula potensi penyerapan tenaga kerja di Banten.
“Ketika perusahaan lokal diberikan kesempatan banyak dan berkembang pesat, ini akan berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja di Banten,” katanya.
Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja di bidang jasa konsultan juga semakin besar seiring dengan bertumbuhnya institusi pendidikan yang menghasilkan lulusan di bidang teknik.
“Apalagi lulusan yang berbasis Fakultas Teknik Sipil tumbuh sangat pesat. Tentu harus ada sinergi dan harmoni antara entitas badan usaha konsultan supaya ini juga bisa maksimal dalam menyerap tenaga kerja,” jelasnya.
Selain teknik sipil, Muhibbin menyebut kebutuhan tenaga kerja juga terbuka bagi lulusan teknik lingkungan, telematika dan bidang teknik lainnya.
Terkait hubungan dengan pemerintah daerah, Muhibbin mengakui komunikasi dan koordinasi antara anggota Perkindo dengan pemerintah selama ini telah berjalan cukup baik.
Namun, ia berharap ke depan terdapat bentuk perhatian yang lebih formal dari pemerintah kabupaten/kota di Banten terhadap asosiasi badan usaha konsultan.
“Kalau saat ini rata-rata masing-masing perusahaan melakukan komunikasi dan koordinasi dan juga kemudian ada perhatian dari pemerintah. Ke depan saya meminta harus ada perhatian dalam wujud formal dari pemerintah kabupaten/kota yang ada di Provinsi Banten terhadap entitas asosiasi badan usaha konsultan Perkindo,” tegasnya.
Muhibbin mengatakan, perhatian tersebut penting untuk membangun ekosistem jasa konsultan lokal yang semakin kuat dan profesional.
Sementara itu, rangkaian Sport Fun Game Perkindo Banten dimulai dengan turnamen badminton dan catur pada Sabtu (3/10/2026).
Rangkaian kegiatan tersebut dijadwalkan berakhir pada 10 Oktober 2026 melalui turnamen futsal.
Panitia juga menyiapkan piala dan uang pembinaan bagi para pemenang. Selain hadiah dari panitia, Muhibbin turut memberikan bonus tambahan sebesar Rp2 juta untuk masing-masing cabang olahraga yang dipertandingkan.
Muhibbin berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda rutin Perkindo Banten.
Ia bahkan meminta pengurus untuk menggelar kegiatan olahraga bersama sedikitnya tiga kali dalam setahun.
“Untuk event seperti ini saya meminta kepada seluruh pengurus agar dirutinkan, minimal setahun tiga kali,” ujarnya.
Sementara untuk kegiatan olahraga non-turnamen, Muhibbin mendorong agar dapat difasilitasi setiap bulan sebagai ruang kebersamaan anggota.
“Kalau yang non-pertandingan, karena faktor hobi, saya minta tiap bulan difasilitasi oleh Perkindo. Olahraga bersama, fun game, baik futsal atau apa,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjaga solidaritas dan kekeluargaan di antara anggota Perkindo.
“Kita ini adalah seniman konstruksi. Basis kerja kita adalah jasa. Jadi bisa saling tukar pikiran, sharing, tukar pengalaman dan juga keilmuan,” pungkasnya.***


