Program Sekolah Gratis, Bentuk Komitmen Pemprov Banten Wujudkan Pemerataan Pendidikan

SERANG – Program sekolah gratis merupakan bentuk komitmen Pemprov Banten dalam mewujudkan pemerataan pendidikan. Tentunya, pemerataan pendidikan tak bisa langsung sekaligus bisa terjadi.

Salah satu permasalahan dalam dunia pendidikan, yakni masih adanya kesenjangan antara sekolah satu dan sekolah lainnya. Terlebih antar sekolah negeri dengan swasta, begitupun antar swasta dan swasta lainnya.

Kesenjangan berupa fasilitas, sarana dan prasarana berdampak pada siswa yang menjadikan sejumlah sekolah favorit. Akibatnya, masih ditemukan sekolah yang hanya diisi beberapa murid.

Dari penerimaan PPMB misalnya, kesenjangan ini dapat terlihat bahwa sekolah favorit dipenuhi oleh para pendaftar yang berebut. Sedangkan swasta, merupakan opsi terakhir yang dipilih siswa gara-gara tak diterima di sekolah negeri.

Dalam agenda diskusi, Kepala Sub Bagian (Kasubag) Umum dan Kepegawaian Dindikbud Banten, Herdi Herdiansyah mengungkapkan, kesenjangan ini perlahan-lahan bisa teratasi lewat program sekolah gratis.

Para siswa yang mendapatkan program sekolah gratis, terlebih untuk sekolah swasta, tak lagi dibebani biaya yang pada ujungnya stigma kesenjangan sekolah swasta bisa teratasi, toh ada program ini.

“Sebenarnya ada banyak sekolah swasta yang favorit juga, tapi kita mau menghilangkan sekolah favorit, semuanya jadi sekolah favorit,” ujarnya, Senin (30/9/2025).

Mekanisme yang dilakukan dalam program ini, Herdi menjelaskan bahwa Pemprov Banten mentransfer dana langsung ke rekening siswa.

“Kami sistemnya mentransfer ke rekening siswa, dari siswa autodebet ke sekolah untuk digunakan sekolah dalam rangka meningkatkan standar siswa, standar mutunya,” ungkapnya.

“Kami memastikan ataupun memberikan kualitas untuk anak didiknya, program sekolah gratis nantinya akan meningkatkan mutu pendidikan meningkat,” sambungnya.

Adapun untuk jumlah sekolah swasta yang mengikuti program sekolah gratis, yakni Sekolah Kebutuhan Khusus swasta berjumlah 59 sekolah, dengan jumlah siswa sebanyak 2.669.

Lalu SMA swasta dengan 232 sekolah, dengan jumlah siswa sebanyak 11.915 murid, SMK swasta sebanyak 522 sekolah, dengan total 48.362 siswa.

Kesenjangan lain yang berusaha diberantas oleh Pemprov melalui Dindikbud Banten, ialah soal angka partisipasi sekolah atau APS. Di salah indikator pendidikan ini, program sekolah gratis dapat meningkatkan APS.

Posco Tahun Baru

Herdi menjelaskan, di sejumlah daerah di Banten, faktor anak-anak enggan melanjutkan jenjang pendidikan wajib belajar 9 tahun beragam, mulai dari lingkungan hingga terpaksa bekerja karena faktor ekonomi.

Melalui program ini, kata Herdi, faktor ekonomi tak lagi menjadi alasan ataupun penghambat anak-anak di Banten menuntaskan pendidikannya.

“Masih ada gap, mungkin tak bisa secara akurat karena ada juga dari SMP langsung nikah, pesantren salafi dan lain-lain. Tapi faktor ekonomi dalam program ini, APS diharapkan meningkat, yang otomatis Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat,” papar Herdi.

Terlebih, kini Pemprov Banten juga siap menyambut program sekolah Garuda besutan Prabowo di samping sekolah rakyat yang menampung masyarakat dengan kategori desil 1 dan 2.

Sekolah rakyat dengan program pendidikan formal gratis berkonsep asrama yang bertujuan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan, diperuntukkan bagi siswa dari keluarga miskin ekstrem, miskin, dan rentan.

Pemprov Banten, kata Herdi, bersinergi dengan program yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Karena pendidikan harus sama, aksesnya, layanannya serta urgensi kebutuhannya dengan kesehatan, diharapkan memang biaya tak ada lagi persoalan,” tutup Herdi.

Di tempat yang sama, Kepala Biro Administrasi Pimpinan dan Protokol Pemprov Banten, Beni Ismail, menegaskan bahwa program sekolah gratis merupakan janji politik yang ditunggu-tunggu masyarakat.

“Dengan program ini yang mana ini merupakan janji politik, dan juga ditunggu oleh masyarakat,” kata dia.

Dengan program ini, ia berharap tak ada lagi kesenjangan antara negeri dan swasta secara akses maupun fasilitas dalam dunia pendidikan di Banten.

“Pemerintah juga memahami masyarakat berlomba-lomba untuk masuk ke sekolah negeri namun daya tampung tidak dapat memenuhi kebutuhan oleh karenanya kedatangan sekolah swasta gratis ini menjadi angin segar,” ujarnya.

‎Beni menambahkan, meski program baru berlaku untuk siswa kelas 10, pemerintah menargetkan agar ke depan seluruh jenjang bisa tercakup.

“Walau memang baru kelas 10 yang digratiskan namun tetap targetnya keseluruhan dapat tercakup,” kata dia. (*/Adv)

Karang Taruna Gerem
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien