Wisata Anyer

Saat di Jakarta Demo Besar, Mahasiswa di Banten Pilih Duduk Bareng Pemerintah Diskusi Soal Pembangunan

SERANG-Mahasiswa dari sejumlah BEM menggelar aksi di kawasan jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Jum’at (12/6/2026).

Mahasiswa dari Jabodetabek itu, membawa lima tuntutan, yakni stop pemborosan APBN, turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM

Tuntutan ketiga hentikan program MBG dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, lalu hentikan militerisme di ranah sipil, kelima menuntut Prabowo berhenti mengelak dan akui kesalahan pemerintah.

Pemandangan berbeda justru terlihat di Banten. Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di provinsi itu memilih duduk satu meja bersama pemerintah, berdiskusi langsung soal pendidikan dan arah pembangunan daerah.

Momen itu terjadi saat Pelantikan Pengurus BEM Banten Bersatu Periode 2026–2027, yang dirangkai dengan diskusi publik di Gedung Universitas Serang Raya (Unsera), pada hari yang sama dimana mahasiswa di Jakarta berunjuk rasa.

Pemprov Banten melalui Kepala Badan Kesbangpol Novriyadi Purwansyah yang mewakili Gubernur Andra Soni, menegaskan mahasiswa tidak hanya dituntut menjadi pengkritik, tapi juga mitra strategis pembangunan.

“Forum seperti ini bukan sekadar seremoni pelantikan organisasi kemahasiswaan, tetapi juga menjadi ruang dialog, ruang intelektual, dan ruang kolaborasi antara mahasiswa dengan pemerintah dalam membangun Provinsi Banten yang semakin maju,” kata Novriyadi.

Ia menyebut mahasiswa adalah aset bangsa dan agen perubahan. Namun di era digital dan persaingan global, perannya harus berkembang.

HUT PRAMUKA 2026

“Mahasiswa dituntut tidak hanya menjadi pengkritik, tetapi juga bagian dari solusi dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Dalam dialog tersebut, Pemprov Banten memaparkan sejumlah komitmen di sektor pendidikan. Program unggulan Sekolah Gratis untuk SMA, SMK, dan SKH swasta disebut sudah berjalan sejak Tahun Ajaran 2025–2026.

Kontras dengan hiruk pikuk aksi di ibu kota, mahasiswa Banten memilih jalur dialog. Koordinator Umum Aliansi BEM Banten Bersatu Suci Indah Lestari menegaskan konsolidasi lintas kampus jadi kekuatan moral untuk mengawal kebijakan publik, khususnya pendidikan.

“Konsolidasi ini adalah bukti bahwa mahasiswa Banten siap mengambil peran strategis dalam mengawal pendidikan. Kami tidak hanya hadir sebagai pengamat, tetapi sebagai kekuatan perubahan yang akan terus mengawal, mengkritisi, dan memberikan solusi terhadap kebijakan pemerintah,” kata Suci.

Ia memastikan BEM Banten Bersatu tetap menjaga independensi dan fungsi kontrol sosial secara objektif dan konstruktif.

Gagasan yang muncul dalam diskusi publik akan dirumuskan menjadi rekomendasi kebijakan dan disampaikan resmi ke Pemprov Banten.

“Ini bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam pembangunan daerah,” tambahnya.

Dua potret mahasiswa Indonesia dalam sehari, ada yang menyuarakan aspirasi di jalanan Jakarta, ada pula yang duduk berdialog di Kota Serang.***

HUT Kota Serang DPMPTSP
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien