Wisata Anyer

Selesai di Madinah, Jemaah Kloter 10 Banten Antusias Berangkat ke Makkah dan Dalam Kondisi Sehat

MADINAH – Setelah 9 hari berada di Madinah untuk ibadah dan ziarah di Masjid Nabawi, sebanyak 393 jemaah haji Kloter 10 Embarkasi Banten (JKB) kini diberangkatkan ke Makkah.

Kondisi kesehatan jemaah terpantau stabil, antusiasme ibadah tinggi, dan seluruh pelayanan berjalan lancar tanpa kendala.

Ketua Kloter 10 JKB, Lili Amalia mengatakan semangat jemaah sangat luar biasa antusias sejak tiba di Kota Nabi.

“Alhamdulillah jemaah di JKB 10 semua antusias sekali dan pada saat datang juga alhamdulillah semua keadaan sehat. Yang tergolong jemaah risti pun penginnya setiap hari ke Nabawi,” ujar Lili ditemui sebelum pendorongan, Selasa (12/5/2026).

Lili mengakui, awal-awal di Madinah sempat mengalami sejumlah kendala. Seperti hari pertama ada jemaah yang hilang, tersasar hingga harus dijemput.

Meski begitu, masalah tak dijadikan hambatan berarti, dan tetap disyukuri menjadi bagian dari dinamika ibadah haji.

“Tapi kami senang sekali, itu pengalaman berharga. Jemaahnya sangat responsif, senang banget,” ungkap Lili.

Untuk menjaga kesehatan selama mengejar ibadah Arbain di Nabawi, Tenaga Kesehatan Haji Kloter 10 JKB, Perawat Suheli mengaku menerapkan protokol ketat namun tetap fleksibel.

Jemaah pada kloternya dibebaskan beribadah selama mampu menjaga kondisi tubuh.

“Untuk hak ibadahnya kami bebaskan dia untuk beribadah tepat waktu mengejar Arbain, silakan, asal untuk kesehatannya dia bisa jaga diri,” kata dia.

Ia mengimbau bagi jemaah yang keluar hotel, maka harus pakai alat pelindung diri (APD) lengkap, mulai dari masker, membawa semprotan, perbanyak minum air putih, dan minum oralit setiap hari satu bungkus.

Hingga hari terakhir di Madinah, PPIH Kloter 10 JKB menyatakan tidak ada jemaah yang mengalami sakit berat atau dirawat.

Kasus yang muncul hanya batuk pilek ringan akibat perubahan cuaca. Tim kesehatan rutin melakukan edukasi dan membagikan oralit setiap hari.

“Sudah semangat untuk bergeser ke Makkah, insyaAllah siap. Tidak ada yang kena penyakit atau dirawat, paling ya batuk pilek biasa. Sekarang sudah mulai stabil,” ungkapnya.

Kemudian dari sisi konsumsi, Lili menyebut tidak ada masalah selama di Madinah. PPIH Kloter bekerjasama baik dengan petugas konsumsi yang memastikan pembagian makanan tepat waktu.

“Alhamdulillah sangat responsif dan selalu memberi informasi untuk pembagian nasi yang tepat waktu. Menunya juga menu Indonesia banget, jadi mereka menikmati sekali,” ujar Lili.

Menjelang keberangkatan darat 4-5 jam ke Makkah, tim kloter sudah menyiapkan kebutuhan khusus. Sebanyak 10 kursi roda disiapkan untuk jemaah risti.

“Kalau di perjalanan kami insyaAllah sudah bekerja sama dengan tenaga kesehatan yang memang sudah diantisipasi sebelumnya. Kita mengumpulkan kebutuhan jemaah risti yaitu yang membutuhkan kursi roda,” kata Lili.

Untuk obat-obatan dan oralit juga sudah diamankan dari Sektor 2 untuk mengantisipasi kondisi di perjalanan.

Tim Kesehatan mengimbau jamaah tetap menggunakan masker, kacamata, dan spray air zamzam sebagai APD.

Berangkat dari Madinah, jemaah JKB 10 dijadwalkan akan niat ihram di miqat Bir Ali untuk selanjutnya langsung melaksanakan umrah setibanya di Kota Makkah.

“Rencananya memang kami langsung umrah, langsung miqat di Bir Ali, kemudian melaksanakan umrah,” tutup Lili. (*/Red/MCH-2026)

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien