Wisata Anyer

Jemaah Haji Diminta Jadi Teladan di Tengah Masyarakat Sepulang dari Tanah Suci

Posco Idul Adha

 

MAKKAH – Direktur Bina Haji Khusus dan Umrah Kementerian Agama, Akhmad Fauzin, mengajak seluruh jemaah haji Indonesia untuk menjadi teladan di tengah masyarakat setelah menunaikan rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Menurut Fauzin, Indonesia merupakan negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia, yakni lebih dari 221 ribu orang, termasuk sekitar 17 ribu jemaah haji khusus.

Oleh karena itu, para jemaah diharapkan mampu menunjukkan nilai-nilai positif yang diperoleh selama menjalankan ibadah haji ketika kembali ke Tanah Air.

“Pesan yang selalu disampaikan Menteri Agama adalah agar jemaah haji Indonesia yang kembali ke tanah air dapat menjadi teladan dan contoh bagi masyarakat. Mereka harus mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya serta berkontribusi bagi bangsa dan negara,” kata Fauzin di Tanah Suci, Arab Saudi.

PT PCM Idul Adha

Ia menjelaskan bahwa salah satu bentuk menjaga kemabruran haji adalah dengan mempertahankan kebiasaan baik yang telah dilakukan selama berada di Makkah dan Madinah.

Menurutnya, jemaah haji harus menjadi pelopor berbagai kegiatan sosial, keagamaan, serta memperkuat semangat gotong royong dan persatuan di lingkungan masing-masing.

“Jemaah yang telah berhaji diharapkan mampu menjadi pionir gerakan sosial kemasyarakatan dan keagamaan. Mereka juga dapat menularkan nilai-nilai kedisiplinan, kebersamaan, serta semangat persatuan yang diperoleh selama menjalankan ibadah haji,” ujarnya.

Fauzin menambahkan bahwa kemabruran haji tidak hanya ditandai dengan selesainya pelaksanaan ibadah, tetapi juga terlihat dari bertambahnya kualitas kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Haji merupakan penyempurna rukun Islam bagi mereka yang mampu. Karena itu, setelah kembali ke tanah air, para jemaah diharapkan semakin istiqamah dalam menjalankan ajaran agama dan semakin baik dalam mengimplementasikan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya ketaatan terhadap aturan sebagai bagian dari implementasi keimanan.

Menurutnya, jemaah haji yang telah kembali ke Indonesia diharapkan mampu menunjukkan perubahan perilaku yang lebih baik dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.

“Salah satu bentuk nyata kemabruran haji adalah bagaimana seseorang mampu menciptakan suasana yang lebih baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat, lebih bijaksana dalam menghadapi berbagai persoalan, serta menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi orang lain,” ujarnya.

Selain itu, Fauzin mengingatkan bahwa selama berada di Tanah Suci, jemaah haji Indonesia bertemu dengan umat Islam dari berbagai negara dan latar belakang.

Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan serta memperkuat sikap toleransi dalam kehidupan beragama.

“Jemaah Indonesia memiliki tradisi keagamaan yang kuat dan mayoritas mengikuti mazhab Syafi’i. Nilai-nilai tersebut harus terus dijaga dan diterapkan secara baik dalam kehidupan sehari-hari sehingga keberadaan mereka semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Fauzin berharap seluruh jemaah haji Indonesia dapat mempertahankan semangat ibadah dan keteladanan yang telah dibangun selama di Tanah Suci sehingga kemabruran haji dapat terjaga dan memberikan dampak positif bagi lingkungan, masyarakat, serta bangsa Indonesia.

“Kemabruran haji harus tercermin dalam perilaku sehari-hari. Ketika kembali ke tanah air, jemaah diharapkan menjadi pribadi yang lebih baik, lebih bermanfaat, dan mampu memberikan contoh positif bagi masyarakat di sekitarnya,” ujar Fauzin. (*/Red/MCH-2026)

DPRD Banten Hari Pancasila
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien