Statistisi Ahli BPS Berharap Sensus Pertanian 2023 Memperhatikan Komoditas Khas Banten

TANGERANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten siap menjalankan amanah dan tugas Sensus Pertanian (ST) pada Tahun 2023 mendatang. Dimana hasilnya nanti diharapkan bisa menjawab isu pertanian dan tantangan seputar pangan.

Statistisi Ahli Utama Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia, Hermanto, menekankan agar Sensus Pertanian Tahun 2023 memperhatikan komoditas khas Provinsi Banten.

Sensus Pertanian 2023 akan mendata produksi komoditas pertanian, untuk melihat seberapa kuat ketahanan pangan dalam menjawab isu-isu pertanian.

“Komoditas khas Provinsi Banten perlu diperhatikan betul, potret di lapangan apa adanya, apakah ada komoditas yang baru dan cara pengelolaan pertanian yang baru. Ini semua bisa jadi potensi,” ujar Hermanto saat memberikan pemaparan dalam Ratekda ST2023 BPS Banten, Senin (19/12/2022).

ST2023 ini, ada tujuh sub sektor yang akan dicatat seperti pertanian tanaman pangan (padi, jagung, palawija, dan lainnya), kemudian holtikultura, peternakan, perikanan, kehutanan, termasuk juga jasa-jasa pertanian.

ST2023 akan menampilkan Data Geospasial dalam bentuk data Statistik Pertanian baik berupa tabular (publikasi dua bahasa) maupun geospasial. Hal ini bermanfaat untuk memotret peta komoditas di daerah.

“Seperti Bulog misalnya, seharusnya tidak perlu bingung lagi dalam mengamankan komoditas beras. April sampai Mei wilayah panen dimana, nanti bisa dilihat dari data hasil Sensus 2023. Fenomena dan perkembangan pertanian kita harapkan bisa tercover di ST2023, diharapkan menghasilkan informasi yang menarik,” ujarnya.

Hermanto optimis hasil Sensus Pertanian sudah bisa rampung dan terpublikasi pada November 2023.

Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Banten, Oong Syahroni, menyatakan sangat mendukung Sensus Pertanian 2023.

Kartini dprd serang

KTNA berharap ST2023 dilaksanakan secara serius dan sesuai prosedur, sehingga menghasilkan data yang akurat.

“Sensus Pertanian 2023 ini jadi angin segar buat para petani, dengan harapan petugas sensusnya benar-benar turun, punya kapasitas dan punya niatan yang baik. Kami ingin data yang dihasilkan ini benar-benar akurat, karena berkaitan dengan penyusunan kebijakan yang menyangkut hajat para petani,” ujar Oong Syahroni, yang juga Ketua Komisi II DPRD Provinsi Banten ini.

Politisi Partai Gerindra ini berharap, keakuratan data Sensus Pertanian 2023 memiliki peran penting sebagai bahan acuan pemerintah untuk merumuskan kebijakan-kebijakan di sektor pertanian.

“Anggaran pertanian kita saat ini baru 3 persen dari APBD, dengan data yang akurat dan memberi gambaran jelas, kedepannya bagaimana agar APBD Banten bisa seluas-luasnya untuk kesejahteraan masyarakat,” tegas Oong.

Kepala BPS Provinsi Banten, Dody Herlando menyatakan selain bertujuan menyajikan data, Sensus Pertanian 2023 juga menjadi sarana pendekatan pemerintah untuk mendengar aspirasi petani.

“Petani bisa gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya. Momen ini juga untuk curhat kepada pemerintah,” ujar Kepala BPS Banten saat berbincang santai dengan wartawan, Minggu (18/12/2022).

Dody berharap masyarakat pertanian mendukung Sensus Pertanian 2023 ini dengan memberikan informasi atau data secara jujur.

“Kalau bagi pemerintah, data (ST 2023) ini akan menggambarkan apakah program yang lalu masih relevan, atau dibutuhkan program yang baru untuk menjawab isu-isu pertanian dan seputar pola konsumsi masyarakat yang muncul dari hasil ST 2023 nanti,” ujar Dody.

ST 2023 yang akan menghasilkan geospasial statistik pertanian, Dody menilai bahwa hal itu bisa membuka peluang kerjasama antar daerah.

“Nanti kan bisa terlihat keterbandingan wilayah dalam hal produksi pertanian dan tanaman pangan. Misalnya Lampung, Jawa Barat majunya (produksi pertanian) dimana, di Provinsi Banten majunya dimana dan dalam produksi apa, nah dari data ini bagaimana membangun kerjasama,” imbuhnya. (*/Ipul)

Polda