Wisata Anyer

Ternyata Jalan Palima-Baros Cuma 6 Meter Jadi Biang Kerok Akses BIS Lumpuh Tiap Ada Laga Besar

SERANG -Kemacetan parah di Jalan Palima-Baros, Kabupaten Serang, kembali menjadi pemandangan rutin setiap kali ada pertandingan besar di Banten International Stadium (BIS).

Terbaru, kemacetan mengular hingga berjam-jam terjadi saat laga Persita Tangerang Vs Persija Jakarta, Sabtu (17/10/2026) malam.

Pemerintah Provinsi Banten mengakui, kapasitas jalan menuju kawasan Banten Sport Center itu memang sudah tidak layak.

Lebar jalan saat ini hanya 6-7 meter, tidak sebanding dengan ribuan kendaraan yang datang bersamaan saat event olahraga.

“Hasil evaluasi memang itu kapasitasnya sudah sangat tidak memenuhi, apalagi kalau ada pertandingan besar. Jadi pasti macet,” kata Kepala DPUPR Banten, Arlan Marzan, Senin (19/10/2026).

Menurut Arlan, persoalan ini sudah lama menjadi keluhan warga dan pengguna jalan.

Karena status Jalan Palima-Baros adalah jalan nasional, kewenangannya ada di pemerintah pusat.

Namun Pemprov Banten memutuskan untuk tidak menunggu dan mengambil inisiatif.

Pemprov telah berkoordinasi intens dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banten dan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum.

Bahkan pada 12 Oktober 2026 lalu, Arlan mengaku sudah menemui langsung Dirjen Bina Marga di Jakarta.

Dalam pertemuan itu, Pemprov menyerahkan lengkap dokumen perencanaan teknis (DED), dokumen perencanaan pengadaan tanah (DPPT), serta draf nota kesepahaman (MoU) proyek pelebaran.

“Kita siapkan semua dokumennya biar pusat tinggal eksekusi. Kita juga tawarkan bantuan anggaran,” ujarnya.

Berdasarkan hitungan Pemprov, kebutuhan anggaran untuk pembebasan lahan mencapai sekitar Rp180 miliar, sedangkan untuk konstruksi sekitar Rp80 miliar.

Gubernur Banten, Andra Soni, kata Arlan, sudah berkomitmen menggelontorkan Rp50 miliar untuk pembebasan lahan.

Angka itu bahkan bisa bertambah menjadi Rp70 miliar jika Pemerintah Kota Serang dan Pemerintah Kabupaten Serang tidak mampu ikut berkontribusi masing-masing Rp10 miliar.

“Pak Dirjennya bilang gini, kan dari Pemprov Rp50 miliar nih, bisa nggak dari Kabupaten Serang sama Kota Serang karena lintas juga nih, ada sumbangsih. Jadi masing-masing Rp10 miliar. Tapi itu tidak akan jadi penundaan, kalau tidak bisa ya Pemprov lagi saja yang masuk menambah Rp20 miliar,” tutur Arlan menirukan pembicaraan dengan Dirjen.

Konsep pelebaran yang disiapkan cukup ambisius. Jalan akan dilebarkan dengan Ruang Milik Jalan (Rumija) 25 meter untuk 6 lajur, masing-masing 3 lajur per arah.

Desain ini diproyeksikan untuk kebutuhan 10 tahun ke depan, termasuk saat Banten menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032.

Arlan menargetkan proses pengadaan lahan bisa rampung pada tahun 2027-2028. Setelah itu, pembangunan fisik hanya membutuhkan waktu sekitar satu tahun karena panjang jalan yang akan dilebarkan hanya sekitar 4 kilometer.

“Maunya Pemprov Banten dan kami juga memahami kondisi keuangan lah ya. Paling enggak 2027-2028 itu selesai untuk urusan lahannya. Kalau keuangannya dari Kementerian PU berkomitmen, tahun depan juga harusnya selesai karena cuma 4 kilometer,” ucapnya.

Terkait kemacetan saat laga Persita Vs Persija kemarin, Arlan menegaskan masalah utama bukan di kantong parkir stadion, melainkan di jalan utama.

“Kalau parkir kan ada di dalam, kemarin kan kemacetannya di jalan utama. Yang bikin macet di dalam jadi macet karena nggak bisa keluar kan,” pungkasnya.***

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien