Buntut Ricuh Persita Vs Persija, Pemprov Banten Inventarisasi Kerusakan BIS
SERANG -Pemerintah Provinsi Banten belum bisa memastikan seberapa besar kerusakan fasilitas di Banten International Stadium (BIS) buntut kericuhan saat laga Super League antara Persita Tangerang melawan Persija Jakarta, Sabtu (17/10/2026) malam lalu.
Hingga Senin (20/10/2026), proses inventarisasi masih terus berjalan. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Banten bersama panitia pelaksana (panpel) pertandingan turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan menyeluruh di dalam dan luar stadion.
“Hari ini lagi survei bersama dengan panpel untuk inventaris kerusakan,” kata Kepala DPUPR Banten, Arlan Marzan, saat dikonfirmasi, Senin, (19/10/2026).
Arlan menjelaskan, survei ini penting untuk mendata secara detail fasilitas mana saja yang mengalami kerusakan, mulai dari kursi penonton, pagar pembatas, toilet, pintu akses, hingga fasilitas penunjang lainnya.
Tanpa data tersebut, Pemprov belum bisa menghitung estimasi nilai kerugian.
“Jadi kita cek dulu satu per satu. Nanti hasilnya baru kita rekap. Berapa kerusakannya, apa saja yang rusak, baru kita tahu angkanya,” jelasnya.
Meski nilai kerusakan belum diketahui, Arlan menegaskan bahwa seluruh biaya perbaikan akan menjadi tanggung jawab penuh panitia pelaksana pertandingan. Hal itu sudah menjadi bagian dari perjanjian pemakaian stadion.
“Karena tanggung jawab panpel untuk perbaikan. Jadi kalau memang ada kerusakan akibat pertandingan, panpel yang perbaiki,” ucapnya.
Seperti diketahui, laga bertensi tinggi antara Persita vs Persija di BIS berakhir ricuh. Kericuhan antar suporter memicu aksi saling lempar dan perusakan di beberapa titik.
Aparat keamanan sempat kesulitan mengendalikan situasi hingga pertandingan usai.
Pemprov Banten berharap proses inventarisasi bisa selesai dalam waktu dekat agar perbaikan bisa segera dilakukan, mengingat BIS masih akan digunakan untuk sejumlah agenda olahraga lainnya di Banten Sport Center.***

