Viral di Sosmed, Kadinkes Banten Hindari Wawancara Wartawan Soal Rp1,8 M Pengadaan Makanan di RSUD Cilograng dan Labuan

 

SERANG – Viral di sosial media video Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti yang sampai berlari-lari menghindari wawancara wartawan mengenai pengadaan makanan tambahan untuk RSUD senilai Rp 1,8 miliar yang jadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Diketahui, pengadaan tersebut merupakan makanan dan minuman bagi pasien RSUD Cilograng dan RSUD Labuan tahun anggaran 2024.

Kedua RSUD tersebut hingga kini padahal belum beroperasi.

Dalam video akun Instagram undercover.id, Ati terekam kamera sibuk dengan ponselnya dan terkesan ogah menjawab sambil berjalan cepat kesana kemari saat ditanya mengenai dugaan mark up anggaran menurut BPK.

“Semua sudah ditindaklanjuti,” ujar Ati dalam video sambil tergesa-gesa berjalan cepat.

Wartawan mencecar Ati dan kembali mempertanyakan hal tersebut gua dimintai keterangan lebih lanjut.

“Kamu kan gak tau apa-apa, jangan bilang sampai sekarang,” jawab Ati dengan nada tinggi.

“Ibu kan bisa kan bisa menjelaskan itu,” ujar wartawan.

“Ya sudah tanya saja Inspektorat,” jawab Ati lagi.

Momen itu ditanggapi beragam oleh netizen, ada yang menyoroti Kadinkes itu sibuk bermain HP hingga gelagatnya ngacir menghindari pertanyaan wartawan.

Netizen juga menilai sikap Kadinkes Banten yang tidak transparan atau terbuka mengenai informasi, pengelolaan dan pertanggungjawaban dana publik.

“Pura-pura sibuk nelpon,” komen netizen akun wawanextra**.

“Ga ada attitude,” ujar akun ogud**.

Sebagai informasi, hasil audit BPK menemukan bahwa terdapat selisih harga senilai Rp251 juta dalam pengadaan tersebut yang tidak sesuai dengan standar harga yang wajar. (*/Ajo)

Karang Taruna Gerem
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien