Wali Murid SMAN 5 Cilegon Ngeluh Soal Uang Gedung, Uday: Dindik Banten Jangan Diam

CILEGON – Direktur Eksekutif Aliansi Lembaga Independen Peduli Publik (ALIPP), Uday Suhada meminta agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten untuk tidak tinggal diam atas munculnya berbagai keluhan wali murid SMA Negeri 5 Kota Cilegon.

Di mana sebelumnya diberitakan, puluhan wali murid mengeluhkan terkait adanya dugaan pungutan uang pembangunan sekolah sebesar Rp2 juta persiswa oleh pihak SMA Negeri 5 Ciwandan, Cilegon (Semancil) tersebut.

Seluruh wali murid yang anaknya bersekolah di SMA Negeri 5 itu rata – rata merasa keberatan dan berharap pihak sekolah untuk menarik kebijakan tersebut dan menghapus kebijakan itu.

“Dindidk Banten diam. Ini suara rakyat, tolong bersikap untuk menyelesaikan persoalan pendidikan di Banten. Inikan kewenangan Dindik Banten,” tegas Uday kepada Fakta Banten, Senin, (30/8/2021).

Pegiat antikorupsi ini juga menambahkan, munculnya keluhan wali murid melalui pemberitaan harus menjadi dasar Dindikbud Banten untuk melakukan pengawasan terhadap sekolah-sekolah.

“Jangan sampai masyarakat makin terbebani di tengah pandemi Covid-19. Jika memang masih ditemukan pungutan uang bangunan tersebut, maka makin jauh cita-cita Pemprov Banten untuk memberikan pelayanan pendidikan gratis kepada rakyatnya,” pungkas Uday.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, pihak Dindikbud Banten belum bisa memberikan keterangan terkait dengan dugaan adanya pungutan uang gedung di SMAN 5 Cilegon tersebut.(*/Faqih)

Demokrat
Royal Juli