Bank Banten Targetkan Kredit Konsumer Pegawai Pemerintah Rp 2,8 Triliun

Gerindra Nizar

CILEGON – PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Banten Tbk atau biasa disebut Bank Banten menargetkan penyaluran kredit konsumer yang cukup ambisius pada 2017 ini. Hal ini seiring dengan ditunjuknya bank berkode BEKS ini sebagai bank pembayar gaji Pemprov Banten.

Fahmi Bagus Mahesa, Direktur Bisnis I Bank Banten mengatakan, pada akhir 2017 ini target penyaluran kredit konsumer sebesar Rp 2,8 triliun. Kredit konsumer ini terdiri dari 65% untuk kredit karya Banten untuk PNS dan 35% untuk kredit pensiunan.

“Bisnis konsumer Bank Banten baru dimulai sejak November 2016 seiring dengan ditunjuknya bank sebagai pembayar gaji pegawai Pemprov,” ujar Fahmi, Rabu (1/3).

Fraksi serang

Salah satu strategi mendorong kredit konsumer yaitu dengan meningkatkan penyaluran kredit pola channeling. Pada (24/2) lalu misalnya Bank Banten mengucurkan kredit dengan pola channeling sebesar Rp 100 miliar dengan menggandeng BPR Dana Raya.

Diharapkan dengan pertumbuhan kredit konsumer pada tahun ini bisa meningkatan pendapatan dan laba Bank Banten. Selain itu dengan berkembangnya bisnis konsumer bisa meningkatkan DPK khususnya dana murah.

Fraksi

Sehingga ke depannya diharapkan struktur dana murah bisa didorong tidak hanya dari pengelolaan keuangan dan pendapatan asli daerah Banten.

Fahmi mengatakan, seiring dengan target penyaluran kredit konsumer bank juga terus memperhatikan dari sisi kualitas kredit. Diharapkan ke depannya dengan bisnis konsumer berkembang bisa meningkatkan bisnis ritel sebagai salah satu pilar pertumbuhan bank Banten.

Sebagai gambaran, pada Januari 2017 ini, Bank Banten masih mencatatkan penurunan kredit sebesar 16,3% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 3,2 triliun.

Dari sisi pendanaan tercatat, DPK Bank Banten naik 5,47% yoy menjadi Rp 4,7 triliun utamanya karena penambahan giro dan deposito dari Pemda. Selain itu dari sisi profitabilitas Bank Banten masih mencatat kerugian Rp 19,4 miliar atau sedikit lebih baik dibandingkan kerugian pada Januari 2016 sebesar Rp 53,8 miliar. (*)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: Kontan.

Gerindra kuswandi