Dinilai Bermasalah, BUMD Banten Global Development Akan Dibubarkan?

SERANG – Sudah mulai tidak efektif dalam menjalankan bisnis terutama pergudangan di Bandara Soekarno-Hatta, PT Banten Global Development (BGD) terancam dibubarkan, hal tersebut diungkapkan Gubernur Banten, Wahidin Halim, usai paripurna 3 Raperda di DPRD Banten, Selasa (30/1/2018).

Sebagai salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) Provinsi Banten, PT BGD dianggap bermasalah, bahkan dirinya tidak bisa menjamin PT BGD bisa diselamatkan seperti semula, pihaknya tidak akan segan-segan untuk membubarkan perusahaan daerah tersebut.

“Manejemennya bermasalah, emang hasil investigasi kita belum publish, tapi emang kita lihat BGD ini enggak sehat, ada hasil investigasinya, kalau enggak bisa disembuhkan ya bubarin aja,” kata Wahidin setelah Rapat Paripurna di Gedung DPRD Banten, Selasa (30/1/2018).

Dishub

Wahidin menuturkan, hasil investigasi sementara, pihaknya menemukan berbagai masalah, salah satunya berkaitan dengan operasional anak perusahaan Kerjasama Operasi (KSO) PT BGD.

“Memang parah, hasil investigasi nanti kita sampaikan, KSO yang jalan, cuma Jamkrida aja, gudang di bandara Soekarno-Hatta sekarang udah milik pribadi, bukan milik BGD lagi, harusnya kan milik BGD ada setorannya,” tuturnya.

Untuk diketahui, PT BGD dibentuk sebagai BUMD milik Pemprov Banten berdasarkan Perda Provinsi Banten Nomor 7 tahun 2009 tentang Perubahan Bentuk Badan Hukum Perusahaan Daerah Banten dan berdiri pada 2010.

Berdasarkan situs PT BGD, perusahaan tersebut menjalankan beberapa bisnis, salah satunya layanan pergudangan di Bandara Soekarno-Hatta. (*/Yosep)

KPID Banten