THR Tak Kunjung Cair, Karyawan PT China Harbour Indonesia Mogok Kerja

SERANG – Ratusan buruh PT. China Harbour Indonesia (PT. CHI) mogok kerja untuk menuntut dipenuhinya Tunjangan Hari Raya (THR) sebagai haknya yang harus dibayarkan oleh pihak perusahaan yang berlokasi di Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang tersebut. Senin (27/5/2019).

Hal ini sebagaimana dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016. Bahkan beberapa pekan sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri dalam siaran persnya meminta perusahaan segera membayar THR paling lambat tujuh hari (H-7) sebelum Hari Raya Idul Fitri/Lebaran. Pemberian THR Keagamaan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan pengusaha kepada pekerja.

“Ada sekitar 400 sampai 600 buruh yang melakukan aksi mogok kerja, karena hingga tanggal 27 ini mereka belum mendapatkan THR. Kami menuntut THR dibayar pada Tanggal 28-29 Mei, untuk gaji paling lambat tanggal 31 Mei. Kita sesama orang Indonesia harus kompak dan bersatu, mereka Humas saja orang China semua,” ungkap Ketua LSM Laskar Pemuda Bojonegara (LPB) selaku Korlap Aksi, Suherman kepada faktabanten.co.id.

Sankyu ks

Aksi ratusan buruh yang dimulai sejak pagi pukul 06.15 WIB itu terpusat di dalam area perusahaan, dan membubarkan diri pada pukul 09.30 WIB setelah dari setiap perwakilan buruh mengikuti mediasi pada sore harinya dari pukul 15.00-17.15 WIB dan akhirnya mendapat jawaban dari pihak manajemen PT. CHI.

“Setalah kita sampaikan tuntutan ini, perwakilan buruh ikut mediasi dengan pihak manajemen sampai sore, dalam mediasi itu mereka (PT. CHI) berjanji akan membayar THR kepada buruh pada tanggal 29 Mei dan gaji di 31 Mei,” jelasnya.

“Tapi kalau hari Rabu tanggal 29 para buruh belum juga diberi THR, akan kita laporkan ke Disnaker dan melakukan aksi mogok kerja kembali,” tandasnya.

Sebelumnya, Suherman juga mengunggah video aksi mogok kerja dan percakapan pada saat mediasi dengan pihak perwakilan kantor perusahaan yang bergerak di bidang perkapalan tersebut di akun Facebooknya. (*/Ilung)