Berikut 5 Tahap Uji Klinis Vaksin Virus Corona di Indonesia

BANTEN – Berbagai upaya untuk mencegah penyebaran virus corona sudah dilakukan, seperti menggunakan masker, rajin cuci tangan, menerapkan physical distancing dan sebagainya.  Namun, upaya tersebut belum juga berhasil menghilangkan penyebaran virus corona. Konon satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah ini adalah ditemukannya vaksin corona. Banyak perusahaan farmasi yang sudah berusaha menemukan vaksin. Kabar baiknya vaksin Sinovac buatan Tiongkok sudah melakukan uji klinis. Uji klinis juga akan dilakukan di Indonesia.

5 Tahap Klinis Vaksin Virus Corona di Indonesia

1. Eksplorasi
Eksplorasi merupakan tahap awal uji klinis vaksin virus Corona di Indonesia. Tahap yang membutuhkan waktu sekitar 2-4 tahun ini melibatkan peneliti laboratorium dasar. Peneliti yang ada akan mengidentifikasi antigen alami atau sintetis yang dapat mengobati infeksi virus Corona. Antigen yang ada di dalam vaksin merupakan partikel virus atau bakteri yang telah dilemahkan atau non aktif atau zat lain dari patogen terkaitt.

2. Pra-Klinis

Tahap uji klinis vaksin selanjutnya adalah praklinis. Tahap ini akan melalui uji kultur jaringan atau kultur sel dengan media hewan, seperti tikus atau monyet. Tahap pra klinis dilakukan untuk mengetahui tentang keamanan vaksin dan bagaimana kemampuannya untuk memicu respons imun pada tubuh inang.

Peneliti pada tahap pra klinis akan mengetahui dan memberikan dosis aman yang dapat digunakan untuk tahap uji klinis selanjutnya. Selain itu, tahap ini juga dapat menghasilkan rekomendasi tentang metode pemberian vaksin.

3.Uji Klinis

Petugas kesehatan menyuntikan vaksin kepada relawan saat simulasi uji klinis vaksin COVID-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). Simulasi tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan tenaga medis dalam penanganan dan pengujian klinis tahap III vaksin COVID-19 produksi Sinovac kepada 1.620 relawan. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/nz *** Local Caption ***


Tahap yang paling penting dalam uji klinis vaksin virus Corona adalah uji klinis. Tahap ini merupakan proses uji coba vaksin pada tubuh manusia. Tahap uji klinis memiliki 3 fase, yakni fase I, fase II dan fase III. Uji klinis fase I biasanya menggunakan sekelompok kecil orang yang menjadi kandidat. Pada fase ini vaksin sudah dianggap aman, namun memerlukan penelitian lebih lanjut.

Di fase II, penelitian tentang vaksin akan menggunakan sampel/orang yang lebih banyak dengan karakteristik yang telah ditentukan. Usia relawan akan diperluas dan jumlahnya pun akan diperbanyak, bisa mencapai ratusan. Pada fase ini peneliti akan mempelajari tentang keamanan, imunogenitas dan jumlah dosis vaksin yang diperlukan untuk melawan virus Corona.

Setelah melewati fase I dan fase II, uji klinis selanjutnya akan melalui fase III. Fase ini akan menggunakan sekelompok orang yang lebih banyak, bisa mencapai ribuan. Peneliti akan mengetahui tentang keamanan dan efektivitas vaksin setelah melewati fase ini.

4. Persetujuan Otoritas Kesehatan

Tahap uji klinis vaksin virus Corona di Indonesia selanjutnya adalah persetujuan otoritas kesehatan negara. Tahap ini sama penting dengan tahap-tahap sebelumnya. Vaksin yang sudah terbukti aman dan efektif harus melewati otoritas kesehatan negara sebelum diedarkan.

Apabila kondisi darurat, penggunaan vaksin yang belum berlisensi dapat dipertimbangkan. Namun harus tetap melewati prosedur yang berlaku dan telah melewati uji klinis tahap III.

5. Produksi Vaksin

Setelah calon kandidat vaksin melewati berbagai tahap yang ditetapkan oleh negara, maka vaksin dapat diproduksi dalam jumlah besar. Perlu diperhatikan bahwa produksi vaksin harus melalui control kualitas secara ketat. Regulator harus menetapkan skala prioritas kelompok tertentu yang akan diberikan vaksin.

Apabila menemukan ketidakamanan dan ketidak efektifan di tengah proses pengembangan vaksin, maka peneliti harus mengembangkan alternatif vaksin lainnya. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa pengembangan sebuah vaksin membutuhkan proses dan waktu yang cukup lama.

Bagi Anda yang ingin melakukan tes PCR dan tidak ingin lama-lama berada di rumah sakit maka bisa membuat janji dengan dokter terlebih dahulu. Cara untuk membuat janji sangat mudah karena hanya menggunakan aplikasi Halodoc. Selain itu, Anda juga bisa berkonsultasi terkait kondisi kesehatan Anda tanpa harus keluar rumah dengan aplikasi ini. Oleh karena itu, segera download dan instal aplikasi Halodoc sekarang juga ya!(*/Red)

Demokrat
Royal Juli