Aktivis Mahasiswa Deklarasikan 2 Organisasi Gerakan Baru di Kota Cilegon

CILEGON – Sejumlah aktivis pergerakan mendeklarasikan Organisasi Gerakan Banteng Revolusioner (GMBR) dan Gerakan Mahasiswa Cilegon (GMC) di depan Monumen Peristiwa Geger Cilegon, Minggu (27/8/2017).

Pembacaan naskah deklarasi tersebut bertepatan dengan 134 Tahun meletusnya Gunung Krakatau yakni 27 Agustus 1883 – 27 Agustus 2017.

Organisasi Gerakan Muda Banteng Revolusioner (GMBR) tersebut berdiri secara independen yang berlandaskan Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Dengan bertujuan untuk merubah situasi ketidak sadaran rakyat untuk sadar dengan bersifat revolusioner, yakni dengan berfikir kreatif dan bertindak aktif dalam mendorong, mengarahkan dan membimbing situasi menjadi revolusioner. Yaitu kondisi dimana rakyat diharapkan menjadi sadar dan berani merubah hidupnya melalui langkah-langkah revolusioner.

“Dengan deklarasi ini bermaksud untuk mempublikasikan GMBR kepada masyarakat bahwa, kita para pemuda pemudi Kota Cilegon-Banten bersatu dan bersepakat untuk bergerak dalam dialektika,” ujar Syaihul Ihsan selaku Ketua Dewan Pendiri GMBR.

Dikatakannya, sungguh miskin seorang manusia yang tidak mempunyai cita-cita, atau suatu bangsa yang tidak mempunyai cita-cita, karena itu GMBR hadir untuk memberi pencerahan kepada rakyat.

“Kita mau meraih keadilan sosial yang kita cita-citakan,” tandas Syaihul Ihsan.

Sementara di lokasi yang sama, Gerakan Mahasiswa Cilegon (GMC) juga mendeklarasikan organisasinya, yang bertujuan untuk menggerakan mahasiswa-mahasiswa Kota Cilegon, mempersatukan kekuatan intelektual, untuk berfokus pada pendampingan masyarakat.

Adapun misi yang akan dilakukan diantaranya, mendayagunakan literasi sebagai salah satu aspek dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, mengawal dan menggerakan aspirasi masyarakat Kota Cilegon dengan aksi masa.

“Dengan deklarasi yang kami langsungkan pada sore ini, kami mengeksplorasi tujuan mulia kepada seluruh masyarakat Kota Cilegon, untuk membantu mereka yang masih buta dari berbagai sisi, akses dan lain sebagainya,” tegas Ibnu Qosim selaku Ketua Dewan Pendiri GMC.

Gerakan mahasiswa ini juga akan membangun sinergitas bersama elemen lainnya untuk menyikapi setiap persoalan di Kota Cilegon.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan OKP, aktivis serta media untuk menyuarakan nurani rakyat, berkonsultasi dengan penegak hukum dan unsur pemerintahan lainnya sesuai dengan langkah konstitusi,” imbuhnya. (*)