Banyak Coretan Pengunjung di Destinasi Wisata Watu Lawang Cilegon

CILEGON – Kota Cilegon yang kini dijuluki sebagai kota industri, lantaran banyak berdiri kokoh pabrik-pabrik industri yang berjejer di sepanjang garis pantainya.

Dengan kondisi tersebut, tentu kecil kemungkinan di kota yang dulunya dijuluki sebagai kota santri ini, menghadirkan destinasi wisata pantai seperti halnya di Anyer, Kabupaten Serang.

Walau begitu, alam Cilegon juga memiliki daya tarik tersendiri berupa keindahan alam perbukitan Watu Lawang. Hanya dengan jarak tempuh kurang lebih 30-45 menit dari Kota Cilegon. Bukit Watu Lawang ini terletak di Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol.

Selain untuk wisata, bagi pecinta alam tentunya Bukit Watu Lawang amat potensial untuk dijadikan tempat menghayati menikmati suasana alam disana.

Untuk mencapai ke lokasi, bisa dilakukan dengan cara hiking menyusuri bukit sejauh 6 km, dapat ditempuh dalam waktu sekitar 2-3 jam.

Watu Lawang menghadirkan keindahan dan kesejukan alam, dari atas bukit Watu Lawang juga para pengunjung bisa melihat hamparan daratan Kota Cilegon dan terbentangan perairan Selat Sunda.

Dishub

Asal usul nama Watu Lawang konon katanya karena adanya sebuah batu berukuran besar yang berada di puncak bukit, posisinya membelah Gunung Batur dan Gunung Gede. Karena itu akhirnya tempat ini diberi nama Watu Lawang yang memiliki arti batu besar yang dijadikan pintu.

Sementara menurut Nawawi Sahim, sejarawan Cilegon, sebelum berkembangnya agama Islam di Cilegon pada abad 12-13, Watu Lawang merupakan altar tempat peribadatan ummat Hindu terbesar di Kawasan Cilegon dan Bojonegara.

Tentunya keindahan alam sebagai anugerah dari Tuhan yang selayaknya dijaga dan dirawat oleh manusia sebagai Khalifah-Nya di Bumi, dipugar sebagai tempat yang memiliki nilai sejarah atau oleh Pemerintah Kota Cilegon dikembangkan sarana dan prasarananya menjadi objek wisata alam, mengingat di Kota Cilegon sangat minim keberadaan wisata alam.

Namun, keberadaan Bukit Watu Lawang kini sungguh memprihatinkan, keindahan alam yang tersaji disana terkontaminasi aksi vandal atau coretan-coretan tangan jahil pengunjung yang tidak bertanggung jawab.

Sebagaimana dilaporkan oleh Kawan Fakta Banten, Imonx Anyer Bilix di Akun Facebooknya, yang mengecam sekaligus memposting beberapa foto aksi vandalisme di Watu Lawang berikut ini:

“Vandalisme di Batu Lawang.
FUCK untuk anak-anak alay yang sok gaul. Besok kalo mau coret2 lagi di wajah bapak ibu kalian aja…biar makin kece,” tulis Imonk, Minggu (27/8/2017).

Maka untuk para pengunjung yang akan ke Watu Lawang, melalui tulisan ini saya ingatkan kesadaran nurani dan akal sehatnya; Kalau kita belum mampu menjaga dan merawatnya, setidaknya kita bisa untuk menghargai alam dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak merusaknya dengan tangan jahil kita. (*)

KPID Banten