Wisata Anyer

Ada 83 Kasus HIV di Lebak, Kecamatan Rangkasbitung Sumbangkan Angka Tertinggi

 

LEBAK – Sebanyak 83 warga di Kabupaten Lebak, Banten, dilaporkan terjangkit HIV sepanjang periode Januari hingga Desember 2024.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak, kasus tersebut tersebar di 25 kecamatan dengan jumlah tertinggi ditemukan di Kecamatan Rangkasbitung.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Lebak, Budhi Mulyanto, mengungkapkan bahwa Kecamatan Rangkasbitung menyumbang 11 kasus.

Menurutnya, tingginya angka kasus di wilayah ini dipengaruhi oleh tingginya jumlah penduduk serta kehadiran banyak pendatang.

“Rangkasbitung adalah pusat kota yang memiliki akses fasilitas kesehatan memadai, sehingga memudahkan identifikasi kasus,” kata Budhi saat diwawancarai, Selasa (21/1/2025).

Budhi juga menambahkan bahwa pada tahun 2023, terdapat 185 kasus HIV di Lebak.

Ia berharap jumlah kasus pada tahun ini dapat ditekan.

“Kami terus mengupayakan layanan kesehatan bagi pasien HIV di berbagai fasilitas seperti RSUD dr Adjidarmo, RS Misi, RS Kartini, RSUD Malingping, dan Puskesmas Maja,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Lebak, Rohmat menekankan pentingnya dukungan bagi penderita HIV, baik melalui pengobatan maupun asupan gizi tambahan.

“Penderita HIV harus disiplin mengonsumsi obat Anti Retro Viral (ARV), dan hingga saat ini pasokan ARV masih mencukupi,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi peran ulama di Lebak yang terus menyosialisasikan bahaya HIV/AIDS kepada masyarakat melalui ceramah dan pengajian.

Menurut Rohmat, pendekatan religius dapat membantu mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menghindari perilaku berisiko.

“Penyakit ini berbahaya dan dapat merenggut nyawa. Kami terus berkomunikasi dengan MUI Lebak agar edukasi tentang HIV/AIDS semakin menyentuh masyarakat,” tutupnya. (*/Sahrul).

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien