Demo Panas di DPRD Lebak, Massa Geruduk Gedung Tuntut Evaluasi Gaji dan Tunjangan Dewan

LEBAK– Suasana Gedung DPRD Kabupaten Lebak berubah ricuh setelah puluhan warga melakukan aksi demonstrasi menuntut transparansi sekaligus evaluasi terhadap gaji dan tunjangan fantastis para anggota dewan.
Massa bahkan sempat menerobos masuk ke dalam gedung dan memaksa pimpinan DPRD keluar untuk menemui mereka.
Koordinator aksi, Tisna, menegaskan bahwa rakyat kecewa dengan besarnya anggaran yang digelontorkan untuk 50 anggota DPRD Lebak dalam APBD 2025 yang mencapai Rp33,5 miliar.
“Besarnya gaji dan tunjangan itu jelas tidak sebanding dengan kinerja mereka dalam memperjuangkan aspirasi rakyat Lebak,” ucapnya, Kamis (18/9/2025).
Dengan gaji dan tunjangan yang diperkirakan bisa mencapai Rp50 juta per bulan untuk setiap anggota dewan, masyarakat menilai kinerja yang diberikan seharusnya lebih nyata dan dirasakan langsung oleh rakyat.

Faktanya, banyak aspirasi yang justru tidak diperjuangkan secara maksimal.
Salah seorang orator lain juga menyuarakan kemarahan warga.
“Rakyat masih banyak yang sulit makan, sementara dewan menikmati fasilitas mewah. Ini ketidakadilan yang nyata,” teriaknya disambut gemuruh massa.
Ketegangan sempat memuncak ketika massa memaksa masuk ke ruang sidang. Namun aparat kepolisian yang berjaga berhasil menahan situasi agar tidak berujung bentrok.
Hingga sore hari, perwakilan DPRD akhirnya menemui massa dan berjanji akan menampung aspirasi tersebut untuk dibahas dalam rapat internal.
Aksi ini menjadi peringatan keras bahwa isu gaji dan tunjangan dewan akan terus menjadi sorotan publik, terutama di tengah kondisi sosial ekonomi masyarakat Lebak yang masih jauh dari sejahtera. (*/Sahrul).


