Dinilai Tidak Adil, Warga Berhentikan Angkot dari Tigaraksa yang Memasuki Rangkasbitung

Pju

LEBAK – Dampak dari penutupan akses Stasiun Rangkasbitung dirasa semakin memberatkan, beredar video dari sekelompok masyarakat yang berprofesi sopir Angkutan Kota (Angkot) yang semakin nekat untuk memberhentikan mobil Angkot dari Tigaraksa dengan Nopol A 1878 XZ mengangkut penumpang yang memasuki kawasan Lampu Merah Malangnengah Rangkasbitung.

Robi sebagai Ketua sopir angkot jurusan Kalijaga-Mandala mengatakan, aksi nekat tersebut yang dilakukan oleh rekan-rekannya demi rasa keadilan yang tidak dirasakan para sopir angkot Rangkasbitung utamanya, dengan dikeluarkannya kebijakan penutupan akses Stasiun Rangkasbitung.

“Tolonglah Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati Lebak sebagai kepanjangan tangan daripada Pemerintah Pusat untuk memberikan rasa adil bagi kami kaum kecil, karena sungguh mengiris hati dengan kondisi memprihatinkan seperti saat sekarang ini. Yang mana kebijakan ini bukan sepenuhnya kami para sopir angkot saja yang merasakannya, tapi ada pedagang kecil dan juga para tukang ojek, yang notabene kami semua menggantungkan hidup dari penumpang kereta di Stasiun Rangkasbitung”, Kata Robi, ketua profesi sopir angkot kepada Fakta Banten, Senin (10/05/2021).

“Sudah mah kami mengharapkan rizki setahun sekali yang mana itu bisa dirasakan oleh pihak keluarga, sedangkan tahun ini mah yang ada tidak ada dan harus menombok untuk biaya operasional mencari penumpang,” terang Robi.

“Tolonglah kepada pemerintah untuk meninjau kembali kebijakan penutupan akses penumpang kereta Stasiun Rangkasbitung,” ungkap Robi.

Disisi lain, Eza Yayang Firdaus sebagai Ketua Kumala Perwakilan Rangkasbitung menjelaskan. Pihaknya sedang berupaya memediasi masyarakat terdampak akses penutupan penumpang Stasiun Rangkasbitung dengan pihak pemerintah Kabupaten Lebak agar diberikan solusi dan dapat menjelaskannya secara langsung kepada masyarakat.

“Alhamdulillah kami sudah melayangkan surat permohonan pengaduan kepada Ibu Bupati Lebak untuk seterusnya diketahui oleh Ketua DPRD dan Polres Lebak,” ungkap Eza.

“Ada enam point yang kami adukan kepada pihak terkait, semoga besok hari sesuai dengan jadwal Bupati Lebak berkenan bertemu perwakilan masyarakat dan menjelaskannya secara langsung terkait kondisi dan kebijakan hari ini, dan untuk masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan jangan sampai bertindak yang tidak-tidak karena khawatir berbuntut panjang ke depannya,” tegas Eza. (*/Red).

Royal wedding