Harga Cabai di Lebak Tembus Rp100 Ribu per Kilogram, Warga Mulai Mengeluh

LEBAK – Harga cabai di Pasar Rangkasbitung kembali mengalami lonjakan signifikan.
Sejumlah jenis cabai kini dijual dengan harga tinggi, bahkan menembus Rp100 ribu per kilogram, memicu keluhan dari masyarakat yang terdampak langsung oleh naiknya kebutuhan dapur harian.
Berdasarkan pantauan di pasar, cabai merah besar dibanderol sekitar Rp70 ribu per kilogram, sementara cabai rawit berkisar antara Rp80 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram, tergantung kualitas dan pasokan yang tersedia
Kenaikan harga tersebut terjadi dalam waktu singkat dan terasa cukup memberatkan pembeli.
Pedagang menyebut, lonjakan harga tidak lepas dari terganggunya pasokan akibat faktor cuaca.
Hujan dengan intensitas tinggi membuat hasil panen dari daerah penghasil cabai berkurang, sehingga jumlah barang yang masuk ke pasar ikut menurun.
“Stok dari petani tidak sebanyak biasanya. Kalau barang sedikit, harga otomatis ikut naik,”ungkap seorang pedagang cabai di Pasar Rangkasbitung, Aang, Jumat (30/1/2026).
Dampaknya, banyak warga mulai menyesuaikan pola belanja. Sebagian memilih membeli cabai dalam jumlah kecil, bahkan ada yang menunda pembelian karena harga dinilai terlalu mahal.
Kondisi ini menunjukkan bahwa harga komoditas strategis seperti cabai masih sangat rentan terhadap perubahan cuaca.
Tanpa adanya penguatan distribusi dan cadangan pasokan, fluktuasi harga diperkirakan masih akan terus terjadi.
Pembeli, Amel berharap ada langkah nyata untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, agar lonjakan harga tidak terus membebani ekonomi rumah tangga.
“Semoga harga kembali normal, soalnya lumayan mahal juga kalau sekarang, jadi pengeluaran bertambah,” pungkasnya. (*/Sahrul).


