Hujan Berkepanjangan, Sejumlah Kecamatan di Lebak Masuk Zona Waspada Banjir dan Longsor
LEBAK– Intensitas hujan yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Lebak membuat potensi banjir dan pergerakan tanah kembali meningkat.
Sejumlah kecamatan kini masuk dalam kategori waspada, terutama daerah yang selama ini dikenal rawan genangan dan longsor.
Wilayah yang tercatat mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi meliputi Rangkasbitung, Cibeber, Bayah, Banjarsari, Cimarga, Leuwidamar, dan Cirinten.
Kondisi tersebut mendorong peningkatan kewaspadaan, khususnya di wilayah permukiman yang berada di sekitar aliran sungai dan daerah dataran rendah.
Di Kecamatan Banjarsari, genangan mulai terpantau di beberapa titik. Akses jalan di Desa Umbuljaya sempat tergenang air, meski hingga kini belum dilaporkan adanya rumah warga yang terdampak langsung.
Namun, kondisi tersebut dinilai masih berpotensi berkembang seiring hujan yang belum mereda.
Selain Umbuljaya, genangan air juga dilaporkan terjadi di Desa Ciruji, Cidahu, dan Keusik. Di wilayah-wilayah tersebut, air mulai memasuki area permukiman dan lahan warga, meski ketinggian genangan masih bervariasi.
Sekretaris BPBD Kabupaten Lebak, Febby Riski Pratama, menyebut bahwa pemantauan lapangan terus dilakukan, terutama di kecamatan yang hampir setiap tahun mengalami siklus banjir musiman.
“Beberapa desa di Banjarsari memang menjadi titik langganan genangan. Saat ini relawan masih memantau perkembangan, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi,” ujarnya, Senin (12/1/2026).
Sementara itu, relawan BPBD di tingkat kecamatan juga memastikan koordinasi dengan perangkat desa berjalan aktif.
Informasi dari lapangan menjadi dasar pemantauan dini untuk mengantisipasi potensi meluasnya dampak.
Dengan masih tingginya curah hujan di sejumlah kecamatan, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan lereng perbukitan.
Pemantauan akan terus dilakukan hingga kondisi cuaca benar-benar membaik. (*/Sahrul).

