Hujan dan Angin Mengamuk di Lebak, Rumah Warga Cikulur Ambruk
LEBAK– Suasana sore yang awalnya tenang di Desa Sukadaya, Kecamatan Cikulur, mendadak berubah mencekam.
Awan gelap menggantung rendah, disusul hujan deras yang mengguyur tanpa henti dan angin yang menderu hebat. Dalam hitungan menit, satu rumah warga diterjang badai.
Yaitu rumah milik Juhra, warga Kampung Cibangkur RT/RW 06/01, yang kini rata dengan tanah.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu sore, (6/4/2025).
Beruntung, tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Seluruh anggota keluarga Juhra kebetulan sedang berada di luar rumah saat atap dan dinding rumah mereka mulai runtuh satu per satu.
“Semua sedang di luar rumah, mungkin itu yang menyelamatkan kami. Tapi rumah kami benar-benar hancur, ” kata dia kepada Fakta Banten, Rabu (9/4/2025).
Sementara itu, Kepala Desa Sukadaya, Suheri membenarkan musibah tersebut dan menyampaikan bahwa sedikitnya dua rumah terdampak serius akibat cuaca ekstrem.
Ia menyebut, nilai kerugian yang diderita Juhra dan keluarganya ditaksir mencapai Rp30 juta karena seluruh isi rumah ikut hancur tertimpa reruntuhan.
“Kami dari pihak desa sudah menyalurkan bantuan awal untuk tanggap darurat sebesar Rp1,5 juta kepada Pak Juhra. Dana ini memang kami anggarkan untuk kejadian tak terduga seperti ini,” ujar Suheri kepada awak media.
Lebih jauh, ia berharap perhatian dari pihak pemerintah kabupaten maupun dinas-dinas terkait untuk turut membantu meringankan beban warganya.
“Kami sangat berharap bantuan dari BPBD maupun Dinas Sosial Lebak, agar warga kami yang terdampak bisa segera bangkit dan kembali memiliki tempat tinggal yang layak,” imbuhnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan, hingga kini 1 rumah warga yang roboh masih belum bisa diperbaiki karena keterbatasan biaya dan alat.
Warga sekitar pun bergotong-royong membantu sekadar membersihkan puing-puing sambil menunggu bantuan lanjutan datang.
Musibah ini menjadi pengingat bahwa bencana bisa datang kapan saja. Di tengah cuaca yang tak menentu, kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi hal yang mutlak. (*/Sahrul).


