Wisata Anyer

Jalan Desa Sukadaya 20 Tahun Rusak, Warga Kecewa, Pemkab Lebak Sebut Tersendat di Sistem Anggaran Pusat

 

LEBAK– Selama dua dekade, jalan penghubung di Kampung Suminta, Desa Sukadaya, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, dibiarkan rusak parah tanpa perbaikan berarti.

Warga yang setiap hari melintas harus berjibaku dengan jalan berlubang, licin saat hujan, dan berdebu saat kemarau.

Kondisi memprihatinkan ini akhirnya ditanggapi Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah.

Ia menegaskan, lambatnya penanganan jalan bukan semata-mata kesalahan pemerintah daerah, melainkan tersendat di mekanisme Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) yang sepenuhnya dikendalikan pemerintah pusat.

“Masalahnya kenapa usulan tidak masuk ke SIPD ketika masih terbuka? Ini kan sistem dari Kemendagri dan KPK. Saya hanya bisa mengarahkan, teknisnya ada di perangkat daerah,” jelas Amir, Kamis (18/9/2025).

Amir menambahkan, pihak desa diminta aktif berkoordinasi dengan Dinas PUPR.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa pemerintah daerah tidak bisa leluasa mengalokasikan anggaran karena semua terbatas oleh regulasi dan pagu keuangan.

“Jangan langsung menyalahkan PUPR. Semua ingin dibangun, tetapi persoalannya kembali pada SIPD. Kalau bisa masuk, insyaAllah tahun 2026 terealisasi,” tegasnya.

Keluhan warga dibenarkan oleh Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Desa Sukadaya, Dede.

Ia mengatakan, pihaknya sudah tiga tahun berturut-turut mengusulkan perbaikan jalan melalui SIPD, namun selalu kandas.

“Mulai dari 2023, 2024, sampai Januari 2025 kami masukkan usulan, tetap ditolak. Alasannya koordinat tidak masuk SK. Padahal dokumen jelas dan sesuai prosedur,” ungkap Dede.

Ia menyebut, penolakan yang berulang membuat warga kecewa berat.

“Pertanyaan kami, ada apa dengan Kampung Suminta? Padahal sudah pernah ditinjau langsung pejabat kabid, bahkan dijanjikan masuk 2026. Warga sudah lelah dengan janji,” tambahnya.

Bagi masyarakat, jalan bukan sekadar infrastruktur, tetapi nadi perekonomian.

Hasil tani sulit keluar, anak sekolah harus ekstra hati-hati, dan akses kesehatan pun terhambat karena kondisi jalan yang rusak parah.

Warga berharap pemerintah pusat maupun daerah benar-benar menepati janji perbaikan tahun 2026.

“Kalau terus dibiarkan, sama saja membiarkan desa kami terisolasi,” keluh salah satu warga setempat.

Perjuangan panjang perbaikan jalan Desa Sukadaya kini menjadi ujian keseriusan pemerintah dalam memastikan pembangunan yang adil dan merata hingga ke pelosok. (*/Sahrul).

Prokopim HUT Cilegon
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien