Lebak Targetkan Rp75,1 Miliar PAD 2018 Dari Pajak

LEBAK –  Bupati Lebak Hj. Iti Octavia Jayabaya menggelar apresiasi pajak daerah yang dilaksanakan di Hall La Tansa Rangkasbitung, Lebak, Banten (31/10/2018)

Berdasarkan hasil evaluasi, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lebak Tahun 2017 sebesar 454,943 milyar rupiah dan realisasi sebesar 467,474 milyar rupiah lebih atau 102,75%. Angka tersebut dari pajak daerah 73,390 milyar atau 115,46%, retribusi daerah sebesar 12,944 milyar atau 103,86%, kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar 3,195 milyar atau 100% dan lain-lain PAD yang sah sebesar 377,943 milyar lebih atau 100,59%.

Bupati mengatakan, khusus Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2017 sebesar 12,618 milyar rupiah lebih, terlealisasi sebesar 11,921 milyar lebih atau sebesar 94,48%. Dari 345 desa/kelurahan di 28 kecamatan terdapat 57 desa/kelurahan yang tidak lunas PBB tersebar di 14 Kecamatan.

“Pemerintah Daerah diharapkan mampu menggali sumber-sumber pendapatan secara maksimal melalui PAD dari sektor pajak dan retribusi, penyempurnaan sistem pelayanan dan administrasi perpajakan, meningkatkan kepatuhan wajib pajak serta pungutan penegakan hukum bagi penghindar pajak,” ujarnya.

Bupati menjelaskan, untuk target pendapatan pajak daerah tahun 2018 setelah perubahan adalah 75,116 milyar rupiah dari semula 64,408 milyar rupiah sehingga ada kenaikan 10,708 milyar rupiah atau sebesar 17%.

“Bila dilihat dari potensi pajak yang cukup besar dan bahkan pada tahun-tahun yang akan datang, potensi tersebut diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan perkembangan dunia usaha, investasi sektor property dan gairah investasi pada sektor parawisata,” kata Bupati.

Bupati menambahkan, Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Lebak pada 27 September 2018 lalu telah meluncurkan aplikasi smart tax berbasis android & web. Halbini dimaksudkan untuk memudahkan wajib pajak melaporkan kewajibannya membayar pajak secara elektronik, meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan dan pelaporan pajak dari wajib pajak melalui aplikasi, mewujudkan birokrasi modern yang efektif dan efisien dalam membayar pajak.

“Untuk memudahkan wajib pajak dalam membayar pajak, Badan Pendapatan juga sudah bekerja sama dengan kantor pos Rangkasbitung, sehingga untuk membayar pajak tahun 2019 bisa lewat kantor pos yang ada di tipa-tiap kecamatan, dan untuk PBB-P2 sudah dapat dilakukan pembayaran melalui ATM dan Internet Banking,” tambahnya. (*/sandi)

[socialpoll id=”2521136″]