Lonjakan Penumpang di Stasiun Rangkasbitung Capai Puluhan Ribu Orang

LEBAK – Penumpang arus balik maupun penumpang yang akan berekreasi melalui Stasiun Kereta Api (KA) Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, menembus 41.000 orang.

Dalam catatan Stasiun Rangkasbitung, arus balik maupun penumpang yang akan berekreasi pada Rabu (20/6/2018) terjadi lonjakan cukup besar.

Meski terjadi lonjakan penumpang saat libur lebaran, namun semua pemudik terangkut dan tidak telantar. PT KAI mengoperasikan Kereta Rel Listrik (KRL) atau Commuteline sebanyak 22 kali perjalanan pulang pergi (PP) Rangkasbitung – Tanah Abang. Begitu juga dengan KA Ekonomi Rangkasbitung – Merak mengangkut sebanyak 12 kali perjalanan pulang pergi.

Endarno, Kepala Stasiun Rangkasbitung menjelaskan, para penumpang mayoritas pemudik yang ingin merayakan liburan di kampung halaman di wilayah Kabupaten Lebak, Pandeglang dan Serang.

“Semua perjalanan berjalan lancar dan tepat waktu, baik kedatangan maupun keberangkatan,” katanya

Selama ini pemudik lebih memilih menggunakan angkutan KA dengan alasan terjamin keselamatan dan tarifnya lebih murah. Selain itu, kedatangan dan keberangkatan KA juga lebih terjadwal.

Dalam pelayanan mudik lebaran, PT KA mengoptimalkan pelayanan ekstra untuk para penumpang.

Kartini dprd serang

“Kami bekerja keras untuk melayani masyarakat yang hendak mudik lebaran selamat sampai tujuan,” imbuhnya.

Endarno menambahkan, penumpang Commuter Line bisa dikatakan melonjak sekitar 100 persen dari hari biasanya. Jika pada hari biasa, penumpang hanya sekitar 15 ribu orang, akan tetapi memasuki arus mudik dan arus balik, penumpang membludak sekitar 30 sampai dengan 45 ribu penumpang.

“Jadi jumlah penumpang selama arus mudik dan balik sekitar 410 ribu orang. Estimasinya, setiap hari penumpang melonjak sekitar 100 persen. Dimana, jika hari hari biasa penumpang sekitar 15 ribu, namun pada arus mudik dan balik bisa mencapai 45 ribu penumpang,”tambahnya

Sementara itu, Komandan Pengamanan KRL, Hutabarat kepada fakta banten.co.id menghimbau agar para penumpang bisa memperhatikan barang bawaannya supaya tidak melampaui batas barang bawaannya.

“Bagi para penumpang seharusnya bisa memperhatikan setiap barang bawaannya, sehingga jangan sampai melampaui dari ketentuan barang bawaan,”imbuhnya

Ujang (40) seorang penumpang mengaku dirinya terpaksa berdiri hingga turun di Stasiun Rangkasbitung karena pemudik sampai ribuan orang.

“Kami rela berdiri dari Tanahabang sampai Rangkasbitung karena satu-satunya angkutan murah adalah KRL dengan tarif hanya Rp 8.000 per orang,” katanya. (*/Sandi)

Polda